SANGATTA, KASAKKUSUK.com -Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Irma Yuwinda mengemukakan internet sekolah gratis bagi 191 sekolah dasar (SD) tersebar di 18 kecamatan di Kutai Timur kini sudah terpenuhi 100 persen.
Ratusan sekolah tersebut mulai menikmati layanan internet gratis pada November 2025 setelah perangkat yang dipasang tahun lalu akhirnya mendapat alokasi kuota.
Irma Yuwinda bilang bahwa internet dan listrik menjadi syarat utama keberhasilan digitalisasi. “Untuk SD, seluruh sekolah sudah memiliki internet dan listrik 24 jam. Kalau SMP masih dalam proses penyelesaian, menggunakan solar panel 10 ribu watt untuk memastikan perangkat digital dapat berjalan optimal,” kata Irma Yuwinda kepada KASAKKUSUK.com usai menghadiri upacara peringatan Hari Guru Nasional di halaman kantor Bupati Kutai Timur di Sangatta pada Selasa, 25 November 2025.
“Untuk SMP sedang berjalan programnya. Kita mengutamakan solar panel agar perangkat digital seperti interaktif panel board bisa digunakan,” ujar Irma Yuwinda.
Secara terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kutai Timur, Ronny Bonar didampingi Fungsional Bidang TIK Diskominfo Kutai Timur, Hasanuddin memaparkan perangkat internet untuk 191 SD negeri tersebut sebenarnya sudah terpasang sejak 2024 melalui APBD Perubahan. Namun karena tidak adanya anggaran untuk kuota, maka internet baru bisa diaktifkan November 2025.
“Tahun 2024 di anggaran perubahan, 191 sekolah sudah terpasang perangkatnya. Tapi anggarannya baru ada di perubahan Oktober ini, jadi November baru bisa berfungsi,” beber Ronny Bonar.
Dia mengakui sempat terjadi kegaduhan dari Maret hingga sebelum November karena perangkat internet tidak berfungsi. Bukannya rusak, kata dia, namun tidak ada kuota.
Untuk mengatasi keluhan tersebut, pihaknya meminta bantuan provider lama untuk backup minimal saat ujian berlangsung. “Provider lama membantu mengisi kuota walau tidak maksimal, tapi untuk ujian sudah bisa dilewati. Ini bentuk CSR mereka,” tutur Ronny Bonar.
Dengan anggaran yang sudah tersedia, lanjut dia, kuota internet untuk 191 sekolah tersebut dijamin hingga empat bulan ke depan dengan kapasitas cukup besar. Dia menyebutkan SD dan SMP yang awalnya mendapat jatah 40 GB, kini ditingkatkan menjadi 1-2 TB tergantung kondisi dan kebutuhan.
Ronny bilang pihaknya juga menambah 36 sekolah lagi yang menggunakan teknologi Starlink dan 39 sekolah yang memanfaatkan jaringan fiber optik yang sudah ada. Total kini ada 266 sekolah yang mendapat layanan internet dari Kominfo.
Untuk memastikan penggunaan yang optimal, Kominfo membuat manajemen internet dan aturan penggunaan. YouTube yang sebelumnya diblokir kini dibuka secara bertahap karena dibutuhkan untuk pembelajaran.
“Kita buat manajemen supaya tidak loss. Mana yang untuk administrasi, mana yang untuk pembelajaran seperti YouTube,” bebernya.
Terkait keberlanjutan program ke depan, Ronny menyampaikan ada wacana dari Bappeda untuk mengalihkan pembiayaan internet sekolah ke dana Bosda yang dikelola Dinas Pendidikan, sementara internet desa dialihkan ke dana ADD dan DD. Namun hingga kini masih sebatas wacana dan menunggu keputusan Tim TAPD.
“Yang pasti dari sisi infrastruktur, kami tetap membantu. Kalau ada peralatan rusak, kami datangi dan perbaiki,” tegasnya. (adv/ute)
![]()












