SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Timur kini menangani empat desa persiapan pemekaran, yakni Simbolo, Singakarta, Sangatta Prima, dan Teluk Rawa.
Kepala DPMD Kutai Timur, Muhammad Basuni mengatakan Simbolo dipersiapkan untuk dimekarkan menjadi desa di Kecamatan Kaliorang. Sedangkan Singakarta, Sangatta Prima, dan Teluk Rawa masing-masing desa persiapan di Kecamatan Sangatta Utara.
“Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, dan mendekatkan fungsi pemerintahan kepada masyarakat,” ucap Kepala DPMD Kutai Timur, Muhammad Basuni kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Kamis, 20 November 2025.
Dia menjelaskan program pemeliharaan desa dijalankan melalui pendampingan terstruktur yang mencakup perencanaan, penganggaran, hingga pembentukan pemerintahan desa.
“Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan desa persiapan mampu memenuhi seluruh persyaratan menuju desa definitif,” bebernya.
Karena itu, pihaknya
menetapkan masa persiapan maksimal selama tiga tahun bagi setiap desa untuk melengkapi aspek administratif, legal, dan fisik. Seluruhnya harus dipenuhi sesuai regulasi yang berlaku sebelum desa tersebut dapat ditetapkan sebagai desa definitif. “Masa persiapan maksimal tiga tahun sebelum bisa menjadi desa definitif,” tambah Basuni.
Menurutnya, pemekaran tidak dapat dilakukan secara instan karena banyak indikator yang harus dipenuhi, seperti batas wilayah, jumlah penduduk, hingga kesiapan sarana prasarana dan potensi ekonomi. “Kami memastikan semua aspek diperiksa agar desa yang terbentuk benar-benar siap dari sisi administrasi dan pembangunan,” kata Basuni.
Pendekatan ini, lanjut Basuni, bertujuan agar desa baru nantinya mampu mengelola anggaran, administrasi, serta pembangunan secara mandiri. “Desa yang terbentuk harus bisa berdiri secara mandiri dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Basuni.
Dia memastikan pendampingan akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan untuk meminimalkan kendala di lapangan. Basuni menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan mekanisme evaluasi rutin agar setiap desa persiapan dapat memenuhi target sesuai waktu yang ditentukan. “Pendampingan akan terus dilakukan agar proses pemekaran berjalan lancar dan sesuai aturan,” jelasnya.
Dengan komitmen tersebut, dia optimistis empat desa persiapan ini dapat menyelesaikan seluruh tahapan dan menjadi desa definitif dalam waktu yang telah ditetapkan. Program ini diharapkan menjadi pendorong pemerataan pembangunan desa di Kutai Timur.
Selain pemekaran desa, pihaknya juga memprioritaskan sejumlah program lain seperti pengelolaan Bantuan Keuangan Khusus Desa (Bankeususdes) dikelola pemerintah desa dan kelurahan berbasis Rukun Tetangga (RT). Dalam pelaksanaannya, setiap desa dialokasikan Bankeususdes senilai Rp250 juta per RT.
Program Bankeususdes berfungsi dalam pelaksanaan kegiatan bertujuan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, serta percepatan penurunan kemiskinan dan stunting.
Basuni menegaskan bahwa seluruh program tersebut dirancang untuk memperkuat pembangunan desa secara menyeluruh berbasis RT “Kami tidak hanya fokus pada pemekaran, tapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa di tingkat RT” tegas Basuni. (adv/ute)
![]()












