SANGATTA, KASAKKUSUK.com -Kepala Desa Teluk Pandan, Andi Herman mengungkapkan pihaknya tahun ini mengelola anggaran sekitar Rp6 miliar. Uang rakyat tersebut berasal dari transfer Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp5 miliar dialokasikan melalui APBD Kutai Timur dan Dana Desa (DD) senilai Rp1 miliar dari APBN 2025.
Adapun penggunaannya, kata dia, untuk pembangunan jalan tani dan infrastruktur desa lainnya. “Kami terus meningkatkan akses jalan tani di delapan dusun, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur yang mendukung hasil perkebunan dan pertanian masyarakat,” ungkap Andi Herman dihubungi KASAKKUSUK.com pada Sabtu, 15 November 2025.
Dia mengungkapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Teluk Pandan dikelola berdasarkan asas pengelolaan keuangan desa sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 dengan prinsip keterbukaan, akuntabel, partisipatif masyarakat, tertib dan disiplin anggaran.
“Keterbukaan informasi menjadi prinsip dasar dalam setiap program dijalankan oleh Pemerintah Desa Teluk Pandan. Mulai proses perencanaan dan penggunaan anggaran desa selalu disosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga semua warga mengetahuinya,” ujar Andi Herman.
Sebab sebelum penyusunan APBDes didahului dengan Musyawarah Dusun (Musdus) untuk mendengarkan aspirasi warga dari delapan dusun di Desa Teluk Pandan. “Kami mengadakan Musdus. Setiap usulan dan anggaran kami sampaikan secara transparan,” ujar Andi Herman.
Dengan melibatkan masyarakat secara aktif, desa ini berhasil menciptakan program sesuai kebutuhan masyarakat, mulai dari pembangunan jalan tani hingga bantuan perbaikan rumah untuk warga kurang mampu.
Dia juga bersyukur karena sejumlah fasilitas di desanya semakin baik, dengan hadirnya Puskesmas Pratama dengan layanan dokter umum dan fasilitas rawat inap.
“Dulu, untuk pelayanan medis kami harus ke Bontang. Sekarang sudah ada Puskesmas yang bisa melayani warga,” jelas Andi Herman.
Selain itu, juga sudah ada sekolah pendidikan dasar, sehingga warga tak lagi kesulitan menyekolahkan anaknya jauh dari rumah. “Semua desa di Kecamatan Teluk Pandan sudah ada sekolah. Bahkan ada desa terdapat dua sekolah filial,” tuturnya.
Sempat Gangguan Kamtibmas
Pada awal 2025, Desa Teluk Pandan sempat mengalami gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dengan maraknya pencurian di sejumlah titik lokasi.
Namun dengan adanya kerjasama antar warga dan RT, desa ini berhasil mengurangi angka kriminalitas melalui pendirian pos ronda di setiap titik rawan.
“Pos ronda ini kami aktifkan sejak pertengahan tahun lalu. Alhamdulillah, sejak itu laporan kejadian kriminal mulai menurun,” kata Andi dengan bangga. Keberhasilan ini menunjukkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan mereka. (adv/ute)
![]()












