SANGATTA, KASAKKUSUK.com -Pemerintah Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur kini fokus mengembangkan ketahanan pangan. Salah satunya melalui program pertanian dengan melibatkan masyarakat.
Mereka “menyulap” lahan milik warga seluas 10 hektare lebih kemudian ditanami varietas padi hitam. Padi hitam biasanya jenis Oryza sativa L. indica yang menghasilkan beras dengan warna kehitaman karena kandungan pigmen antosianin yang tinggi.
“Kami saat ini mengembangkan padi hitam yang sudah mulai ditanam di lebih dari 10 hektar lahan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Andi Herman dihubungi KASAKKUSUK.com pada Sabtu 15 November 2025. Dia bilang, pengembangan padi hitam menjadi salah satu prioritas utama desa untuk meningkatkan kualitas pangan lokal dan membuka pasar baru bagi masyarakat.
Adapun hasil produksi pertaniannya akan mereka branding dengan merek produk “Beras Hitam Sultan”. “Beras hitam kami kemas dengan merek ‘Beras Hitam Sultan’ dan telah bekerja sama dengan Koperasi Merah Putih untuk distribusinya,” ucap Andi Herman.
Dengan target produksi 20 hingga 30 ton per tahun dari lahan yang dikelola, dia berharap Beras Hitam Sultan bisa diterima pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Tak cuma itu, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), lanjut dia, juga ikut berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi dengan mengelola bisnis beras putih lokal melalui produk “Beras Pandan Mandiri”. “Bumdes fokus pada pengembangan beras putih untuk meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” kata Andi.
Desa Teluk Pandan dihuni sekitar 2.586 jiwa, terdiri dari 1.332 laki-laki dan 1.254 perempuan dengan total 742 kepala keluarga berdasarkan data 2024. Adapun mata pencaharian warganya mayoritas pekebun.
Selain ketahanan pangan, Desa Teluk Pandan juga tengah mengembangkan sektor pariwisata dengan konsep wisata sawah.
Andi Herman menjelaskan, wisata sawah di desanya semakin diminati wisatawan lokal dengan pengunjung mencapai 100 hingga 300 orang per hari pada akhir pekan.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan fasilitas di lokasi wisata sawah, termasuk pembangunan toilet dan kios Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk para pelaku usaha lokal. Semua ini kami lakukan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat,” ujar Andi Herman.
Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lahan wisata juga turut meningkatkan partisipasi warga dalam program tersebut.
Dia menyebutkan wisata sawah dikelola dengan kolaborasi antara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Bumdes. Keberadaan mereka juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan pihak swasta seperti PT Indominco Mandiri merupakan korporasi bergerak di sektor pertambangan batu bara. (adv/ute)
![]()












