SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Juliansyah mengungkapkan pihaknya saat ini tengah melakukan kajian terhadap digitalisasi layanan, program RT dan bus listrik sekolah.
Kajian strategis tahun ini mencakup pengembangan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) diajukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil); evaluasi program Rp250 juta per RT, serta rencana pengadaan bus listrik untuk pelajar.
Juliansyah menjelaskan ketiga kajian tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim dalam memperkuat inovasi pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan.
“Yang pertama itu kajian tentang Disdukcapil, tentang mesin Anjungan Dukcapil Mandiri untuk proses digitalisasi penerbitan kartu keluarga yang bisa dilakukan lewat mesin semacam ATM,” kata Juliansyah kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Kamis, 13 November 2025.
Selain itu, Brida juga mengkaji efektivitas program Rp250 juta per RT yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir. Kajian ini, kata dia, bertujuan memastikan program tersebut tetap tepat sasaran dan efisien dalam pelaksanaan di lapangan. “Yang kedua program kajian Program RT Rp250 juta per RT,” tutur Juliansyah.
Tak cuma itu, Brida Kutim juga menyiapkan kajian untuk mendukung pengadaan bus listrik bagi anak sekolah sebagai langkah menuju transportasi ramah lingkungan. “Yang ketiga tentang pengadaan bus listrik untuk anak sekolah,” ujar Juliansyah.
Untuk menjamin kualitas hasil penelitian, Brida Kutim bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti Universitas-universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
“Ketiga kajian ini melibatkan Perguruan Tinggi agar hasilnya objektif dan dapat menjadi dasar kebijakan yang kuat,” harapnya.
Menurut Juliansyah, seluruh kajian ditargetkan selesai pada Desember 2025, dengan tahapan kerja yang kini telah memasuki seminar pertama. “Saat ini, ketiga kajian masih dalam tahap proses seminar pertama dan akan dilanjutkan dengan seminar kedua sebelum menghasilkan kesimpulan akhir,” jelasnya.
Juliansyah menegaskan, hasil kajian diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga acuan nyata bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan yang inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berharap hasil kajian ini bisa memberikan arah baru bagi Kutai Timur, terutama dalam pelayanan publik dan efisiensi program daerah,” papar Juliansyah.
Dengan tiga fokus utama tersebut, Brida Kutim menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital, penguatan tata kelola pemerintahan di tingkat RT, serta pengembangan transportasi ramah lingkungan.
Hasil dari ketiga kajian ini diharapkan dapat mempercepat kemajuan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kutim. (adv/ute)
![]()












