SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar rapat Persepakatan Strategi Pengembangan Kota, Key Performance Indicators (KPI), Hasil Reviu Kawasan Prioritas Terpilih, serta Profil dan Rancangan Dasar Kawasan Pilot dalam Rangka Integrated City Planning (ICP) di Hotel Mercure Samarinda pada Selasa pagi, 4 November 2025.
Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Hero Mardanus Satyawan hadir mewakili Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Sekda Hero Mardanus didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, Ananta Fathurrozi.
Dalam sambutannya, Sekda Hero Mardanus menyampaikan apresiasi atas dukungan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) serta Kementerian PPN/Bappenas dalam proses penyusunan strategi pengembangan Kota Samarinda melalui program ICP.
“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan BPIW serta Bappenas. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan transformasi perkotaan yang berkelanjutan di Kota Samarinda,” papar Hero.
Dia menyebutkan, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar pembangunan kota dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain itu, Sekda juga menyoroti pentingnya reviu strategi pengembangan kota dan penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) sebagai dasar perencanaan jangka panjang.
Dia bilang dalam forum ini akan dibahas sejumlah capaian kerja ICP. Di antaranya rumusan kebijakan dan strategi pengembangan kota meliputi visi, misi, dan program, serta penetapan IKU untuk pembangunan perkotaan.
Selain itu juga dibahas soal reviu kawasan prioritas dan konsep kawasan percontohan atau pilot area, penguatan konsep kota cerdas dan berkelanjutan, serta pembahasan rencana basic design kawasan terpilih.
Sekda juga memaparkan berbagai isu pembangunan yang menjadi perhatian Wali Kota Samarinda. Antara lain penanganan banjir yang masih menghadapi tantangan di Kecamatan Samarinda Utara akibat sedimentasi di Waduk Benanga Lempake.
“Sedimentasi ini dipicu oleh aktivitas tambang di sekitar Kabupaten Kutai Kartanegara yang berdampak pada tampungan waduk. Karena itu, kami menilai perlu adanya penanganan lintas wilayah,” paparnya.
Tak cuma itu, strategi ICP juga diharapkan dapat membantu reviu master plan transportasi publik, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
Konsep ICP juga menyoroti kebutuhan ruang parkir di kawasan strategis seperti Citra Niaga, Waterfront Mahakam, dan Kawasan Selili, serta penataan Kawasan Pecinan yang tetap mempertahankan nilai budaya dan estetika kota.
Sekda Hero berharap agar hasil kajian dan kesepakatan dalam rapat ini dapat segera diimplementasikan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
“Kami berharap hasil kajian ICP ini dapat menjadi dasar proposal untuk diimplementasikan melalui skema creative financing. Pemerintah Kota Samarinda siap berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk mewujudkan kota yang maju, tangguh, dan berkelanjutan,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PU Wilayah I BPIW, Benny Hermawan menyatakan Samarinda merupakan salah satu dari 10 kota di Indonesia yang menjadi fokus pengembangan ICP.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan masukan dari Bapak Wali Kota Samarinda yang sangat rinci dan konstruktif. Hari ini kita melanjutkan diskusi untuk memastikan penyepakatan strategi sebelum masuk ke tahap berikutnya,” kata Benny.
Menurutnya, transformasi kota memerlukan waktu dan komitmen bersama. Melalui program ICP, BPIW mendorong penyusunan dokumen perencanaan yang matang, termasuk pra-feasibility study, basic design, dan rencana pembiayaan kreatif atau creative financing yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta.
“FGD ini bukan hanya untuk menuntaskan desain, tapi juga menghitung kembali kontribusi manfaat transformasi kota 20 tahun mendatang. Kita ingin Samarinda menjadi kota yang berkelanjutan, bermartabat, dan menyenangkan untuk ditinggali,” ungkapnya. (*)
Editor: Sayuti Ibrahim
![]()












