SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Wakil Walikota Samarinda, Saefuddin Zuhri mengemukakan tingkat inflasi Samarinda pada September 2025 tercatat sebesar 2,16 persen (year-on-year) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 108,49. Angka ini, kata Wawali, masih berada di ambang batas aman dan menunjukkan pengendalian harga yang cukup baik.
“Kenaikan inflasi 2,16 persen masih dalam batas wajar. Pemerintah Kota bersama seluruh unsur terus berupaya menekan laju inflasi agar tetap stabil demi kesejahteraan masyarakat,” kata Saefuddin saat memimpin rapat koordinasi Pengendalian Inflasi Rutin Mingguan di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Gedung TP PKK Samarinda pada Senin, 6 Oktober 2025.
Selain mengikuti rapat inflasi nasional secara daring bersama pemerintah pusat, Wakil Wali Kota juga memimpin rapat internal Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda untuk membahas langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga di daerah.
Selain itu dia juga menambahkan operasi pasar terus dilakukan di lapangan untuk menstabilkan harga komoditas kebutuhan pokok.
“Persediaan bahan pokok kita masih aman dan cukup. Namun, kita tetap waspada terhadap cuaca yang tidak menentu karena bisa berdampak pada sektor perikanan dan pasokan pangan,” ujarnya.
Saefuddin juga menekankan pentingnya konsistensi keikutsertaan peserta rapat inflasi. “Untuk efektivitas koordinasi, mohon peserta yang mengikuti rapat inflasi tidak berganti-ganti, agar komunikasi dan tindak lanjut bisa lebih cepat dan tepat,” pesannya.
Sementara itu, Asisten II Setda Samarinda, Marnabas juga menyoroti pentingnya menjaga sinergi antarinstansi dalam mengendalikan inflasi. “Kolaborasi semua pihak inilah yang membuat inflasi Samarinda tetap terkendali. Ini harus dipertahankan,” ungkapnya.
Marnabas bilang komoditas pertanian, terutama cabai yang kerap menjadi pemicu inflasi. “Ketapangtani perlu terus meningkatkan produksi pertanian lokal. Cabai dan bahan pangan lain yang fluktuatif harus mendapat perhatian serius,” ujar Marnabas.
Dia juga menambahkan operasi pasar terbukti efektif dalam menjaga harga tetap stabil, dan setiap pekan dilakukan pengecekan stok di tingkat distributor.
“Kami berharap ada kerja sama erat dengan pihak Kejaksaan dan aparat penegak hukum lain, karena kadang ada distributor yang enggan membuka data stok,” ucapnya.
Gambaran Inflasi September 2025 Stabil dengan Tekanan Ringan. Menurut data dipaparkan oleh Bagian Ekonomi dan BPS Samarinda:
1. Inflasi Year-on-Year (y-on-y): 2,16 persen;
2. Inflasi Month-to-Month (m-to-m): 0,14 persen;
3. Inflasi Year-to-Date (y-to-d): 1,72 persen.
Penyumbang inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya, terutama akibat kenaikan harga beras dan emas perhiasan. Sedangkan sektor transportasi dan peralatan rumah tangga justru mengalami deflasi, menahan laju kenaikan harga secara keseluruhan.
Kondisi ini menunjukkan inflasi Samarinda masih terkendali secara moderat dengan tekanan harga yang relatif ringan, berkat kerja sama lintas instansi dan kebijakan intervensi pasar yang konsisten dilakukan pemerintah kota.
TPID Samarinda merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain: Memperkuat cadangan dan distribusi pangan daerah, khususnya untuk komoditas volatile seperti cabai dan bawang merah. Selain itu, juga meningkatkan dukungan bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan rantai pasok lokal agar tetap produktif tanpa menaikkan harga berlebihan.
Selain itu memastikan bantuan sosial tepat sasaran untuk rumah tangga rentan. Dan meningkatkan koordinasi dan transparansi data harga di tingkat distributor dan pelaku usaha.
Dengan sinergi seluruh pihak, Pemerintah Kota Samarinda optimistis laju inflasi dapat terus ditekan agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan ekonomi kota semakin kuat.
Rapat koordinasi digelar Pemerintah Kota Samarinda melalui Bagian Ekonomi Sekretariat Kota Samarinda ini dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri dan dihadiri unsur Polresta Samarinda, Kodim 0901, Kejaksaan, Inspektorat, Diskominfo, BPS, BPKAD, Bapperida, Dinas Sosial, Dinas Perikanan, dan Dinas Perdagangan.
Selain itu hadir pula Dinas PUPR, Dinas Ketapangtani, Dinas Koperasi, Dinas Perhubungan, Perum Bulog, Kadin, serta sejumlah bagian di lingkungan Setda Kota Samarinda, termasuk Bagian Ekonomi, Prokompim, Pemerintahan, dan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda. (*/ogy)
Sumber: Diskominfo Samarinda
![]()












