SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kutai Timur II, Novel Tyty Paembonan mendorong percepatan pembangunan di wilayah Kecamatan Sangatta Selatan.
Politikus Partai Gerindra ini menilai pembangunan di Sangatta Selatan masih tertinggal dibandingkan dengan Sangatta Utara.
Hal ini diungkapkan Novel usai menggelar reses di dapilnya Kutai Timur II mencakup Kecamatan Bengalon, Rantau Pulung, Sangatta Selatan, dan Teluk Pandan.
Banyak hal krusial dianggapnya masih perlu diperjuangkan untuk Sangatta Selatan. Terutama, kata dia, mengenai penataan ibu kota kecamatan dan infrastruktur jalan ring road. Sebab jika ring road dibuka, maka dampaknya akan luar biasa bagi perkembangan wilayah tersebut.
“Sangatta Selatan sampai sekarang masih pembangunannya kalah dibandingkan dengan Sangatta Utara,” tutur Novel kepada wartawan di gedung DPRD Kutai Timur belum lama ini.
Dia bilang perlu kerja sama berbagai pihak untuk meningkatkan pembangunan di Sangatta Selatan yang sebagian wilayahnya masih berstatus kawasan Taman Nasional Kutai (TNK). Karena itu, dia berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan pembangunan di dapilnya itu.
Dia mengaku belum mendapat informasi valid terkait rencana peningkatan infrastruktur jalan di Sangatta Selatan tahun ini. Sehingga dia akan mencari data soal itu. Namun jika tidak terakomodir di 2025, maka pihaknya akan memperjuangkannya melalui anggaran 2026.
“Jika dari desa atau kecamatan ada usulan silakan komunikasikan. Kami akan berupaya memperjuangkan untuk merealisasikan usulan tersebut. Misalnya untuk infrastruktur, pertanian atau hal lainnya yang berkaitan dengan pelayanan dan untuk masyarakat,” ucap Novel.
Tak cuma itu, dia juga menyampaikan hasil resesnya di Desa Manunggal Jaya di Kecamatan Rantau Pulung, Desa Sepaso Barat di Kecamatan Bengalon, dan Gang Solata Kilometer 3 Sangatta Selatan.
Masyarakat juga berharap bantuan alat mesin pertanian, bibit ternak, termasuk ikan air tawar. Selain itu, banyak yang membutuhkan informasi tentang jaminan BPJS Kesehatan.
Dia berjanji akan memperjuangkan semua usulan tersebut melalui mekanisme DPRD dan koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Secara umum masyarakat selalu meminta terkait pengadaan sarana air bersih, listrik, jalan, semenisasi jalan dan gang, rumah ibadah, dan kelompok tani,” ujarnya. (qi/ute)
![]()












