DaerahNusantaraRagam

Misman, Penjaga Sungai Karang Mumus dan Tanam Ribuan Pohon

AKTIVIS lingkungan Samarinda, Misman sudah lebih dari 20 tahun manjadi motor penggerak organisasinya sebagai ketua Gerakan Memungut Sampah Sungai Karang Mumus (GMS-SKM).

Dia mendedikasikan dirinya untuk menjaga sungai dari sampah. Lewat gerakan ini, dia menekankan bahwa menjaga sungai bukan sekadar membersihkan sampah, tapi juga membangun ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

Gerakan ini awalnya lahir dari sebuah pangkalan pungut, tempat masyarakat bisa terlibat langsung memungut sampah di aliran sungai.

Seiring waktu, lahirlah Sekolah Sungai Karang Mumus sebagai wadah edukasi bagi warga untuk memahami fungsi ekologis sungai.

“Sungai itu ekosistem. Harus ada tumbuhan di air, di tepi, dan di darat. Itulah yang kami ajarkan di sekolah sungai,” jelas Misman yang juga pengurus Sekolah Sungai Karang Mumus pada Rabu, 10 September 2025.

Tak hanya memberi pemahaman, aksi nyata juga dilakukan. Sejak 2005, Misman bersama komunitasnya sudah menanam sekitar 20 ribu pohon dengan metode alami tanpa pestisida. Dari jumlah itu, lebih dari 10 ribu pohon berhasil tumbuh meski sebagian hilang akibat program normalisasi. Kini, pohon-pohon yang bertahan memberi keteduhan dan kenyamanan bagi masyarakat sekitar.

“Orang mungkin belum bicara soal oksigen, tapi mereka sudah merasakan sejuknya pohon itu,” kata penerima penghargaan Kalpataru 2023 sebagai penggiat lingkungan hidup dari Provinsi Kaltim atas jasanya dalam melestarikan lingkungan, khususnya di bidang sungai.

Meski belum mendapat dukungan penuh, dia melihat ada perubahan positif. Kesadaran masyarakat perlahan meningkat. Warga semakin paham bahwa menjaga lingkungan adalah investasi jangka panjang. “Tidak seratus persen, tapi mayoritas sudah mulai mengerti,” imbuh mantan wartawan ini.

Bagi Misman, merawat sungai sama artinya dengan menjaga kehidupan. Ia bahkan mengingatkan bahwa hal kecil seperti mencabut rumput sembarangan bisa berdampak pada keseimbangan alam.

Melalui perjuangannya, ia berharap lahir generasi baru yang mencintai ekosistem sungai. Misman percaya, Sungai Karang Mumus bukan sekadar aliran air, melainkan ruang hidup yang harus diwariskan dalam kondisi lebih baik untuk anak cucu.(*/mn/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: