SANGATTA, KASAKKUSUK.com -Anggota DPRD Kutai Timur, Kristian Hasmadi saat reses di daerah pemilihan (Dapil) IV Kutai Timur meliputi tiga kecamatan yakni Wahau, Kongbeng dan Telen beberapa hari lau mengungkap fakta menarik.
Reses digelar di sejumlah lokasi di Dapil itu, dia menemukan dugaan salah sasaran dalam penyaluran bantuan alat pertanian dan tanggap darurat bencana, seperti perahu
Dia bilang dampak dari salah sasaran tersebut selain kurang bermanfaatnya barang yang diberikan, juga menimbulkan potensi kerusakan karena tidak dipergunakan sesuai peruntukan. Temuannya ini, kata dia, telah dikoordinasikan dengan dinas terkait untuk menjadi bahan evaluasi.
“Menurut warga seharusnya mereka tidak dapat karena memang tidak ada sungai di tempat tinggal mereka. Seharusnya yang dapat itu desa-desa di pinggir sungai,” ungkap politikus PDI Perjuangan ini kepada wartawan di gedung DPRD Kutai Timur pada Rabu, 10 September 2025.
Hal serupa dengan alat pertanian. Kata dia, sebelum memberikan dan menurunkan bantuan seharusnya pihak dinas melakukan observasi ke lapangan sehingga alat pertanian disalurkan dapat lebih tepat sasaran dan bermanfaat.
Karena untuk Wahau dan Kongbeng, daerah pertanian yang ada sangat kurang dibandingkan di kecamatan lainnya.
Mengenai kebutuhan kelompok tani, lanjut dia, lebih fokus pada pupuk dan herbisida ketimbang alat berat. Hal ini karena pengembangan kebun sudah terbatas dengan kawasan dan APL yang sudah habis.
Dia juga mengkritik pemberian hand traktor yang tidak sesuai kebutuhan, seperti di Kecamatan Muara Wahau yang tidak memiliki sawah namun sering mendapat bantuan tersebut.
“Untuk pembelian alat pertanian itu kan menggunakan anggaran yang besar, sayang sekali jika outputnya tidak maksimal,” ucapnya.
Tak cuma itu, dia juga menyoroti masalah kebun masyarakat yang dipasangi plang oleh Satgas PKH karena masuk kawasan hutan.
Dia menilai kebun tersebut sudah memberikan income untuk daerah melalui pajak dan menunjang ekonomi masyarakat, sehingga perlu ada solusi yang tidak merugikan petani.
“Saya bilang, mumpung Kutai Timur ini sedang menyusun RTRW maka usulkan ke bupati supaya bisa dimasukkan dalam rencana perubahan kawasan,” pesannya kepada warga. (qi/ute)
![]()












