SAMARINDA, KASAKKUSUK.com -Sejumlah tokoh masyarakat, pemuka agama, akademisi, serta perwakilan organisasi lintas etnis dan budaya menggelar rembuk tokoh berlangsung di Bagio’s Café, Jalan KH. Abdurrasyid, Samarinda Kota pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk bersinergi dalam menjaga situasi tetap aman di tengah gelombang aksi unjuk rasa yang marak di sejumlah daerah.
Hadir dalam forum Ketua PWNU Kaltim, H. Fauzi A. Bahtar; Ketua KKSS Kaltim ,Alimuddin Latief; Ketua DMI Kaltim, Masjaya; Ketua DAD Kaltim, Viktor Yuan; dan tokoh dari Muhammadiyah, Kesultanan Kutai Kartanegara, Flobamora, Forum Pembauran Kebangsaan, KNPI, hingga KAHMI.
Dari unsur aparat keamanan tampak Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar; Dirintelkam Polda Kaltim, Kombes Pol Agus Sutrisno; serta jajaran PJU Polresta Samarinda.
Dalam forum tersebut, para tokoh menyampaikan pandangan dan seruan bersama agar aksi unjuk rasa di Samarinda dapat berlangsung damai, tertib, dan bermartabat.
Ketua FPK Samarinda, Ellyansyah Kastan menekankan pentingnya peran ormas dan tokoh masyarakat sebagai penyejuk. “Kita harus menjadi pendingin, jangan sampai Samarinda terimbas kericuhan seperti di daerah lain,” harapnya.
Syaparuddin dari PWNU Kaltim juga mengingatkan mahasiswa untuk tetap berhati-hati dan tidak terprovokasi.
“Sebagai mantan aktivis, saya paham suara mahasiswa adalah perjuangan murni. Tapi aksi harus tetap damai, tanpa anarkis,” tegasnya.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar mengapresiasi inisiatif forum tersebut. Dia menegaskan komitmen Polri dalam melakukan pengamanan secara humanis.
“Kami pastikan tidak ada tindakan arogan dari anggota. Aksi unjuk rasa akan dikawal dengan prosedur yang berlaku demi menjaga Samarinda tetap kondusif,” ungkapnya.
Pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting, antara lain: mahasiswa diminta menyampaikan aspirasi secara damai, DPRD Kaltim agar membuka ruang dialog dengan massa aksi, aparat keamanan diminta mengedepankan pendekatan persuasif. (*/ogy)
Sumber: Humas Polresta Samarinda
![]()












