DaerahNusantaraRagam

Tingkat Kebocoran Air Perumdam TTB Kutai Timur Capai 15 Persen

SANGATTA, KASAKKUSUK.com Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur, Suparjan mengungkapkan tingkat kebocoran air Perusda dipimpin mencapai 15 persen, berdasarkan hasil audit tahun buku 2024.

Angka ini, kata dia, masih jauh di bawah batas maksimal tingkat kebocoran air nasional ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum yakni 25 persen.

“Kalau kebocoran air bervariasi dari tahun ke tahun. Tapi umumnya karena sejumlah unit baru yang memengaruhi tingkat kebocoran pada periode awal operasional,” ucap Suparjan kepada wartawan melalui panggilan aplikasi WhatsApp pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Dia membagi dua kategori  kebocoran air yakni fisik dan non-fisik. Kebocoran fisik, kata dia, umumnya disebabkan oleh meteran pelanggan yang sudah tua dan sudah harus diganti. Selain itu, meter induk juga perlu dikalibrasi ulang untuk menjaga akurasi pengukuran.

Sedangkan mengenai kasus pencurian air yang sempat menjadi permasalahan di masa lalu, lanjut dia, kini hampir tidak ada lagi.

“Kalau dulu-dulu memang ada. Sekarang ini hampir saya belum pernah terima laporan itu,” ungkap Suparjan.

Perumdam saat ini, melayani sebanyak 50.325 pelanggan aktif dari total 51.185 sambungan  terpasang.

Dari 51.185 sambungan terpasang, menurutnya, terdapat selisih 860 sambungan belum aktif dalam sistem penagihan bulan ini.

Selisih tersebut disebabkan adanya sambungan dalam proses penutupan dan sambungan baru yang masih dalam tahap memasuki sistem rekening.

“Tahun ini, totalnya 51.185 sambungan yang terpasang. Tapi  yang sudah aktif baru 50.325 pelanggan,” tutur Suparjan.

Dikemukakan pula, konsentrasi pelanggan terbanyak berada di Kecamatan Sangatta Utara yakni berkisar antara 260 ribu hingga mendekati 27 ribu pelanggan. Kemudian disusul Kecamatan Sangatta Selatan sebagai wilayah dengan jumlah pelanggan terbesar kedua. Sedangkan Desa Manubar Kecamatan Sandaran sebagai wilayah dengan jumlah pelanggan terkecil yakni sebanyak 50 sambungan.

“Rendahnya jumlah pelanggan di Manubar disebabkan keterbatasan jumlah penduduk dan kondisi geografis tak memungkinkan perluasan jaringan ke arah laut,” tuturnya.

Tahun ini, lanjut dia, Perumdam telah memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 675 liter per detik.

Hanya saja, kapasitas yang berhasil didistribusikan ke pelanggan tak dapat mencapai angka sama persis dengan kapasitas produksi. Karena dipengaruhi berbagai faktor teknis dalam sistem distribusinya. (qi/ute)

 

 

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: