SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi menginstruksikan auditor Inspektorat Wilayah Kutai Timur segera memeriksa semua kepala desa di Kutai Timur.
Dia menjelaskan instruksi ini merupakan bagian dari komitmennya sebagai wakil bupati untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Saya wakil bupati baru. Jadi saya ingin pemerintah yang good, clear, and clean. Yang tidak tahu mana-mana desa yang bermasalah, mana-mana desa yang bagus,” kata Mahyunadi kepada wartawan ditemui di kantor Bupati Kutai Timur kawasan Bukit Pelangi Sangatta pada Selasa 3 Juni 2025.
Dia bilang pemeriksaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi desa-desa yang memiliki masalah dalam pengelolaan pemerintahan maupun yang sudah menjalankan tata kelola dengan baik.
Hasil pemeriksaan auditor nantinya, lanjut dia, akan dijadikan semacam “rapor” untuk mengevaluasi kinerja masing-masing kepala desa.
Dia menilai desa yang bermasalah mungkin disebabkan oleh kurangnya pemahaman kepala desa dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Yang bagus mungkin saja karena prestasi karena pemahaman yang bagus. Maka barusan itu nanti jadi rapor. Yang bagus bisa menjadi contoh yang bermasalah. Yang bermasalah tidak menjadi masalah bagi desa-desa lainnya,” papar politikus Partai Perindo ini.
Disinggung mengenai jangka waktu penyelesaian pemeriksaan, dia menargetkan hasil pemeriksaan dapat diselesaikan dalam tahun anggaran berjalan. Bagi kepala desa yang mendapat rapor kurang memuaskan, kata dia, akan dilakukan pembinaan langsung.
“Ya kita panggil untuk melakukan pembinaan. Panggil melakukan pembinaan,” ucapnya.
Mahyunadi mengemukakan langkah pembinaan ini sejalan dengan tugas pokoknya sebagai wakil bupati yang diamanatkan undang-undang, khususnya dalam bidang pengawasan.
Mengenai instruksi pemeriksaan oleh auditor inspektorat terhadap kepala desa, kata dia, bukan bagian dari program Desa Hebat. Melainkan kata dia, instruksi tersebut merupakan salah satu langkah awal baginya dalam merealisasikan komitmennya untuk menciptakan pemerintahan desa yang lebih akuntabel dan transparan.
“Belum, belum, belum. Ya, bahkan program Desa Hebat ‘kan banyak tuh. Tapi ini merupakan tugas pokok dan penyelidikan sebagai pengawasan,” tegasnya.
Sebelumnya, Plt Kepala Inspektorat Wilayah Kutai Timur, Sudirman Latief mengungkapkan pihaknya menerima instruksi untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kepala desa di Kutai Timur. Instruksi ini, lanjut dia, diberikan oleh Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi.
Hal ini didasari atas banyaknya laporan masyarakat terkait permasalahan yang melibatkan sejumlah kepala desa di Kutai Timur. Karena itu, dia menyambut positif instruksi tersebut dan berkomitmen untuk menyelesaikan instruksi diberikan.
“Biasanya sekitar 40 desa saja yang diperiksa. Ini sesuai arahan Wakil Bupati, kami akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh,” tegasnya. (q)
![]()












