Diskominfo Kutai Timur

Perkim Bangun TPU Modern di Sangatta Selatan Jauh dari Kesan Anker

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Perkim) Kutai Timur, Ahmad Iip Makruf mengemukakan pihaknya saat ini tengah membangun Tempat Pemakaman Umum (TPU) modern di Sangatta Selatan. Dia bilang, progres hingga saat ini telah mencapai 40 persen.

Dikemukakan pula, TPU yang dirancangnya ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. TPU dengan lahan seluas lima hektare akan dilengkapi sejumlah fasilitas lebih baik ketimbang TPU konvensional.

“Lahannya sudah kami siapkan. Saat ini kita merapikan top soil, dan membangun fasilitas penunjang seperti ruang tunggu, musala, dan pintu gerbang. Selain itu, kavling juga akan diatur sesuai kebutuhan, termasuk untuk pemakaman golongan muslim dan non-muslim,” beber Iip Makruf.

Dia menyebutkan, proyek TPU ini juga dirancang untuk memberikan kesan modern dan nyaman. Berbeda dengan TPU pada umumnya, lanjut dia, lokasi ini akan dilengkapi pepohonan rindang, lampu penerangan, dan elemen estetika lainnya. Hal ini, menurutnya, untuk menghilangkan kesan angker yang sering melekat pada pemakaman.

“Kami ingin TPU ini menjadi tempat yang nyaman dan terawat, bahkan memiliki potensi wisata ziarah. Dengan desain modern, masyarakat dapat merasa lebih nyaman ketika berkunjung,” paparnya.

Proses pembangunan TPU tersebut dengan total pembebasan lahan mencapai Rp3 miliar hingga Rp4 miliar. Jadi untuk keseluruhan proyek pembangunan fisik, anggaran dialokasikan berkisar antara Rp18 miliar hingga Rp20 miliar. Hingga saat ini, lanjut dia, sebagian besar dana tersebut telah terserap.

Dia mengaku optimistis proyek ini dapat selesai pada akhir tahun 2024. Meski begitu, beberapa tahap pengerjaan kemungkinan akan dilanjutkan hingga 2025.

“TPU ini sudah bisa digunakan tahun depan, meski mungkin masih ada beberapa penyempurnaan yang akan dilakukan secara bertahap,” ulas Iip Makruf. (ti/adv-diskominfo)

 

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: