Daerah

Pj Gubernur Akui Cuma Indominco Miliki Arboretum di Kaltim, 351 Perusahaan Tambang Diminta Studi Banding

SANGATTA, KASAK-KUSUK.COM – Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik mengatakan dari empat perusahaan tambang batu bara dikunjunginya sejak menjabat hingga saat ini cuma PT Indominco Mandiri (IMM) yang memiliki arboretum di Kaltim.

Hal itu disampaikan Akmal Malik kepada wartawan usai menanam bibit pohon gaharu di Arboretum 30 Gemilang PT IMM sekitar Pukul 13.34 WITA pada Rabu, 26 Juni 2024.

Arboretum merupakan ruang terbuka hijau di dalamnya terdapat berbagai jenis pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan.

“Saya sudah kunjungi tiga, dengan hari ini berarti sudah empat perusahaan tambang dan ini paling bagus. Ini yang pertama, arboretum cuma punya Indominco di Kaltim. Saya akan buat surat edaran agar semua perusahaan mulai membuat arboretum seperti ini. Nanti kita suruh mereka studi banding ke Indominco,” kata birokrat kelahiran Pulau Punjung, Dharmasraya, Sumatera Barat, pada 16 Maret 1970.

Karena itu, pihaknya memuji PT IMM telah konsisten melestarikan lingkungan dengan membuat arboretum seluas 65 hektare. Keberhasilan PT IMM membangun arboretum di kawasan bekas tambang dianggap sebagai prestasi yang patut diapresiasi.

“Kita atas nama Pemprov dan masyarakat Kaltim mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi atas upaya ini. Setidaknya IMM sudah menyumbang karbon bagi Kaltim dan masyarakat dunia. Saya meyakini ini karena walau baru 65 hektare yang dibangun selama 23 tahun. Artinya komitmennya sangat kuat menjaga [lingkungan],” ujar Akmal juga selaku Direktur Jenderal Otonomi Daerah di Kementerian Dalam Negeri itu.

Pihaknya berharap agar 351 perusahaan pemegang konsesi tambang batu bara di Kaltim untuk mengikuti langkah PT IMM membangun arboretum.

“Semua pemegang konsesi tambang mulailah melakukan hal sama. Bahwa kita diberi anugerah mineral yang banyak ya kita kelola. Tapi jangan lupa berterima kasih jugalah, kita kembalikan, menjaga alam ini agar bumi kita Kaltim itu tetap lestari. Tetap menjaga alam kita. Terima kasih jajaran IMM mudah-mudahan ada langkah baik ke depannya,” papar pria bergelar doktor Administrasi Publik dari Universitas Brawijaya ini.

Dia juga menantang PT IMM untuk membangun sebuah kawasan pangan dengan melibatkan masyarakat sekitar tambang.

“Harapan kami dari Pemprov Kaltim adalah jangan hanya di arboretum saja. Lebih bagus coba ke depan bagaimana membangun sebuah kawasan pangan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucap mantan Penjabat Gubernur Sulawesi Barat tersebut.

“Perlunya dibangun kawasan pangan agar tidak lagi seperti kangkung menjadi penyumbang inflasi di Kaltim. Bagi saya itu memalukan banget [sekali]. Karena 17 hari dilemparnya kangkung itu jadi Pak. Tapi faktanya, kangkung jadi penyumbang inflasi kita,” imbuh Akmal lalu tersenyum lebar.

Pihaknya berharap agar PT IMM bisa menggagas pengembangan pangan ke depan. “Kita buktikan bahwa pertambangan itu juga bisa berkontribusi terhadap pangan,” katanya penuh semangat.

Pada kesempatan itu, Direktur PT IMM, Era Tjahya Saputra menyampaikan terima kasih karena Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik telah berkunjung menyaksikan langsung kegiatan reklamasi oleh PT IMM.

Dia juga menjelaskan arboretum itu sebagai bukti komitmen PT IMM bahwa kegiatan pertambangan tidak selamanya merusak lingkungan dan ekosistem di sekitarnya.

“Di luaran sana masih ada menganggap tambang konotasinya negatif. Kami menjadi salah satu industri pertambangan berkegiatan [arboretum]. Kita buktikan bahwa tambang tidak selamanya demikian,” paparnya.

Usai mengunjungi Arboretum 30 Gemilang, rombongan bergeser ke Santan Ilir, Kabupaten Kutai Kartanegara untuk penanaman mangrove sebagai rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Di sana, Akmal Malik berkesempatan menanam pohon mangrove. Di akhir kegiatan, Akmal Malik bersama manajemen PT IMM beserta undangan melepas belasan burung merpati di area penanaman mangrove. (ute)

 

 

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: