SANGATTA, KASAK-KUSUK.COM – PT Indominco Mandiri (IMM) terpilih menjadi lokasi kegiatan Dialog Hutan yang digagas The Forests Dialogue’s (TFD), sebuah organisasi otonom bekerjasama dengan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.
Kegiatan ini juga melibatkan Komite Penasihat Industri Berbasis Hutan Berkelanjutan. Kegiatan digelar Unmul berlangsung pagi hingga siang di lokasi PT IMM pada Selasa, 23 April 2024.
Kegiatan TFD ini melibatkan 60 peserta, 40 orang di antaranya berasal dari 10 negara yakni Australia, Kamerun, Italia, Thailand, Filipina, dan Amerika. Sedangkan 10 orang sisanya berasal dari dalam negeri.
Para peserta merupakan pakar, akademisi, praktisi kehutanan, kelompok masyarakat, LSM dan pegiat lingkungan. Meraka melakukan Dialog Hutan dengan kunjungan lapangan melibatkan multi-pemangku kepentingan.
Dialog lapangan ini bertujuan untuk memperjelas kebutuhan restorasi ekosistem dan mengidentifikasi pemangku kepentingan terkait di Kalimantan.
Selain itu menentukan prioritas keterlibatan sektor kehutanan dalam restorasi ekosistem dan bersama-sama menciptakan jalur ke depan untuk mencapai hasil restorasi ekosistem yang positif di wilayah tersebut.
Tujuan lainnya meningkatkan pemikiran dan mengembangkan strategi yang kohesif tentang bagaimana sektor kehutanan dapat berkontribusi secara kolektif pada diskusi restorasi, kebijakan, dan investasi di tingkat global, regional, dan nasional.
Adapun area yang dikunjungi rombongan peserta TFD ini antara lain Simpang Beruang dengan melihat tanaman usia setahun hingga tiga tahun. Di area seluas 25,35 hektare ditanami jenis tanaman lokal dan non-lokal.
Adapun tanaman lokal meliputi bayur, gaharu, meranti, ulin, pulai, laban dan lainnya. Sedangkan tanaman non-lokal meliputi johar, nyamplung, saga merah, sengon, gamal, trembesi, gempol, waru dan lainnya.
Setelah itu, rombongan bergeser ke Arboretum 30 Gemilang berada di area Km 30. Arboretum adalah suatu tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan serta ekowisata.
Arboretum juga salah satu lingkungan didalamnya menjadi tempat atau habitat bagi beberapa flora dan fauna. Tak lama kemudian, rombongan melintasi trek hutan alam Arboretum Kanahuang dengan berjalan kaki hingga ke titik kumpul di Danau Kanahuang.

FOTO: Dwi Darmadi (kiri) dan Mustofa Agung Sardjono (kanan)
Ketua Panitia Lokal Dialog Hutan dari Unmul, Mustofa Agung Sardjono menjelaskan Dialog Hutan ini merupakan kali kedua digelar di Indonesia setelah di Sumatera.
Dialog Hutan ini, lanjut dia, sebenarnya sudah dilakukan secara berseri. Namun untuk tahun 2024 fokusnya membahas restorasi ekosistem dan Kaltim menjadi pilihan karena dianggap memiliki banyak prestasi.
“Topiknya membahas restorasi ekosistem sehingga Kaltim adalah provinsi pertama memperkenalkan pertumbuhan hijau, dan mampu menurunkan emisi karbon. Ini kerjasama dengan para pihak atau mitra pembangunan berjalan dengan bagus sehingga Kaltim dijadikan lokasi kegiatan.
Terlebih di sini ada pembangunan IKN. Dengan berbagai aspek ini kemudian mengajak Unmul sebagai panitia lokal,” kata guru besar Fakultas Kehutanan Unmul ini kepada wartawan usai kegiatan tersebut.
Menurutnya, Dialog Hutan dengan turun ke lapangan untuk melihat langsung restorasi ekosistem yang ada di PT IMM. Kegiatan ini berlangsung sejak 22 hingga 26 April 2024.
“Berbeda dengan konferensi atau seminar lainnya peserta datang dengan membawa artikel dan paper. Kalau ini dimulai dengan orang datang langung ke lapangan. Indominco mewakili swasta dianggap paling lengkap. Misalnya, hari ini ke hutan mangrove besok ke orang utan ya macam-macamlah,” ucap dosen bergelar doktor alumnus Hamburg University Jerman, 1990 ini.
Menurutnya, dari hasil lapangan ini akan dibawa ke ruangan. Kemudian didialogkan untuk berdebat lalu disimpulkan.
“Hal paling menarik, setiap peserta bebas menginterpretasikan sendiri apa yang dia lihat dan didengar lalu dibahas dalam dialog itu. Mungkin setelah ini, besoknya lagi (25-26 April 2024) akan dibawa dalam forum dialog di Unmul,” katanya.
Sedangkan Forestry Management Head PT IMM, Dwi Darmadi mengaku kunjungan ini mendapat apresiasi positif dari peserta. Dia bilang, apa yang dilihat oleh peserta saat ini adalah hasil kegiatan berkelanjutan dilakukan oleh PT IMM dalam hal komitmen terhadap lingkungan.
Mengenai lokasi reklamasi yang menjadi titik peninjauan peserta TFD, kata dia, belum bisa disebut sebagai bagian kecil dari reklamasi yang telah mencapai 80 persen dari total bukaan lahan yang dilakukan PT IMM.
Dikemukakan pula, PT IMM terus berupaya dalam mengembalikan fungsi hutan seperti semula. Dampak dari komitmen tersebut, kata dia, adalah kepercayaan baik dari masyarakat sekitar tambang dan pemerintah terhadap PT IMM.
Hal itu menurutnya adalah feedback positif ke depannya. Karena itu, PT IMM akan selalu dalam trek yang benar.
“Dampak positif yang diterima adalah kita akan dikenal sebagai perusahaan hijau. Jika kita bisa mengembalikan fungsi hutan, tentu kepercayaan pemerintah terhadap PT IMM kian meningkat. Kita tidak mem-branding bagaimana Indominco terkait reklamasi dilakukan, tapi silakan dilihat sendiri komitmen PT IMM dalam hal reklamasi,” paparnya. (ogy)
![]()












