SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kaltim untuk memilih ketua umum periode 2026–2030 akan digelar setelah Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras.
Rusdiansyah bilang, sebelum Musorprov dilaksanakan, KONI Kaltim akan lebih dulu menggelar rapat koordinasi sebagai tahapan awal menuju agenda pemilihan pimpinan baru organisasi olahraga tersebut.
Penjadwalan ini, kata dia, disesuaikan dengan kesiapan administratif dan keuangan lembaga.
Menurutnya, KONI Kaltim saat ini masih menunggu realisasi pencairan dana hibah murni tahun anggaran 2026 sebesar Rp16,5 miliar.
Terkait hal itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, M. Faisal, khususnya mengenai penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).
Rusdiansyah mengungkapkan, tidak adanya anggaran menjadi alasan utama Musorprov belum dapat digelar dalam waktu dekat.
Sementara itu, sisa dana hibah tahun 2025 senilai Rp1,3 miliar telah dikembalikan ke kas daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Dia menegaskan, setelah NPHD ditandatangani, seluruh tahapan Musorprov akan segera dipercepat.
Di tengah persiapan tersebut, dia menyampaikan keputusan penting dengan memastikan dirinya tidak akan kembali maju sebagai calon ketua umum.
Keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas capaian kontingen Kaltim yang belum mampu menembus target lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir.
Meski demikian, dia mengakui bahwa secara kinerja, prestasi olahraga Kaltim mengalami peningkatan signifikan selama masa kepemimpinannya.
Perolehan medali tercatat meningkat 54 persen dibanding PON 2021 Papua dan naik 12 persen jika dibandingkan dengan PON 2016 Jawa Barat. Namun, dia menilai sudah saatnya regenerasi kepemimpinan dilakukan.
Seiring kepastian itu, dinamika menuju Musorprov mulai menghangat. Sejumlah nama disebut-sebut berpeluang maju sebagai calon ketua umum, dengan dua inisial kuat yang santer diperbincangkan di kalangan insan olahraga Kaltim.
Selain itu, persaingan juga diprediksi terjadi pada posisi Sekretaris Jenderal, yang menjadi salah satu jabatan strategis dalam struktur KONI Kaltim.
Tiga nama yang dikabarkan masuk dalam bursa Sekjen antara lain Akhmad Albert, Adnan Faridhan, dan Rony Pangajoang. Ketiganya disebut aktif melakukan komunikasi dengan berbagai cabang olahraga menjelang Musorprov.
Mundurnya Rusdiansyah Aras dari bursa calon ketua umum diyakini akan membawa warna baru dalam Musorprov KONI Kaltim mendatang, sekaligus menjadi momentum penentuan arah pembinaan olahraga prestasi di Kaltim ke depan. (rd/mn/ute)
![]()












