MAKASSAR, KASAKKUSUK.com – Memasuki hari ketiga operasi pencarian, Tim SAR gabungan kembali menemukan seorang korban dalam musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Korban berjenis kelamin perempuan dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin, 19 Januari 2026.
Hanya saja korban tersebut belum dapat dievakuasi ke posko utama karena cuaca buruk dan angin kencang melanda lokasi pencarian. Proses evakuasi dijadwalkan dilanjutkan pada Selasa pagi, 20 Januari 2026.
Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii menjelaskan hingga Senin sore total dua korban telah ditemukan. Korban pertama berjenis kelamin laki-laki, dan korban kedua yakni perempuan.
“Dari hasil komunikasi dengan tim di lapangan, kemarin ditemukan satu korban dan hari ini ditemukan satu korban lainnya. Informasi yang kami terima, korban kedua adalah perempuan,” ungkap Syafii di Makassar pada Senin.
Dia bilang korban perempuan tersebut ditemukan di sebuah jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Medan yang ekstrem membuat proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian dan teknik khusus.
Kondisi cuaca di sekitar lokasi jatuhnya pesawat hingga Senin sore masih tidak bersahabat. Kabut tebal, hujan, angin kencang, serta medan terjal menjadi tantangan utama yang dihadapi tim SAR gabungan.
“Evakuasi melalui jalur udara menjadi prioritas, tetapi sampai saat ini belum memungkinkan karena jarak pandang sangat terbatas. Karena itu, kami mengoptimalkan unsur darat secara bertahap,” beber Syafii.
Meski begitu, dia menegaskan, pencarian dan evakuasi korban akan terus dilakukan dengan memaksimalkan tim darat yang telah menguasai jalur pendakian. Tim juga berupaya menjangkau seluruh titik yang diduga menjadi lokasi korban.
“Saat ini kami memaksimalkan golden time pencarian dengan harapan seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” tuturnya.
Di lokasi kecelakaan, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik penumpang, seperti pakaian, perlengkapan pribadi, dan dokumen. Seluruh temuan tersebut diamankan untuk kepentingan identifikasi.
Sementara itu, di Posko AJU Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, tim SAR gabungan terus memantau perkembangan operasi.
Logistik tambahan juga didistribusikan ke beberapa shelter yang telah dibangun di jalur pendakian.
Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Andi Sultan, mengatakan evakuasi terpaksa dihentikan sementara pada Senin petang akibat cuaca ekstrem.
“Evakuasi hari ini dihentikan sementara karena hujan dan angin kencang di lokasi,” ucap Andi.
Dia menyebutkan, evakuasi akan dilanjutkan pada Selasa pagi, 20 Januari 2026. Sebanyak 54 personel tim SAR gabungan saat ini bermalam di Pos 9 Gunung Bulusaraung, yang berada di kawasan pegunungan setinggi 1.353 meter di atas permukaan laut, untuk bersiaga melanjutkan operasi pencarian dan evakuasi. (*/ute)
![]()












