ACEH TAMIANG, KASAKKUSUK.com – Memasuki hari kelima penugasan, Tim Relawan Pemerintah Provinsi Kaltim terus bergerak membantu penanganan korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang dan sekitarnya pada Senin, 22 Desember 2025.
Didukung relawan dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD Kaltim, serta PMI Provinsi Kaltim, tim memfokuskan kegiatan pada evakuasi warga terdampak, pelayanan kesehatan, serta penyediaan sarana dasar bagi masyarakat.
Salah satu aksi kemanusiaan dilakukan dengan mengevakuasi seorang warga bernama Ade (22 tahun) yang sakit dari Dusun Juar, Kampung Jembatan, Kecamatan Sekra.
Korban dievakuasi menuju Puskesmas terdekat di Desa Bukit Kempas, Kecamatan Bandar Pusaka.
Ketua Tim Relawan Pemprov Kaltim, Sugeng Riyanto mengatakan proses evakuasi tidak mudah karena harus melintasi jalan berlumpur, jembatan darurat, serta minim penerangan akibat gangguan listrik.
“Evakuasi warga yang sakit menjadi tantangan tersendiri. Kondisi medan cukup berat, namun alhamdulillah semua berjalan lancar dan korban berhasil mendapatkan penanganan medis,” kata Sugeng.
Dia berharap dukungan dan doa dari masyarakat Kaltim agar seluruh relawan tetap sehat dan semangat dalam menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.
Berdasarkan laporan perkembangan terkini di lapangan, pasokan listrik di sebagian wilayah terdampak sudah kembali normal. Namun, layanan air bersih dari PDAM belum sepenuhnya optimal sehingga ketersediaan air bersih masih terbatas.
Jalan provinsi dilaporkan sudah dapat dilalui, sementara aktivitas masyarakat mulai berangsur pulih dengan dibukanya kembali pasar, pertokoan, dan warung.
Dalam penanganan kesehatan, tercatat empat pasien masih mendapatkan perawatan intensif oleh tim medis. Relawan BPBD Kaltim bersama tim gabungan juga melakukan pendampingan layanan kesehatan di Puskesmas Manyak Payed serta survei lokasi kegiatan layanan dasar masyarakat.
Selain itu, relawan melakukan pemasangan instalasi air bersih di sejumlah titik, yakni tiga titik di Dusun Rindu, Desa Pantai Ceumpa, Kecamatan Bandar Pusaka, serta satu titik di Dusun Juar, Kampung Jembatan, Kecamatan Sekra.
Kegiatan juga mencakup pendampingan kesehatan dan evakuasi warga ke fasilitas pelayanan terdekat.
“Hingga saat ini, kebutuhan fasilitas MCK masih sangat terbatas dan menjadi perhatian kami bersama tim di lapangan,” tutur Sugeng. (adp/ute)
![]()












