SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Masyarakat di kawasan jalan poros Sangatta-Bontang wilayah Desa Sangatta Selatan bakal segera memiliki fasilitas pendidikan tingkat SMP. Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur sedang mengupayakan pembangunan SMP Negeri 4 di sekitar kilometer 5 jalan poros Sangatta-Bontang.
Kepala Desa Sangatta Selatan, Muhajir menyampaikan keberadaan SMP di jalan poros Sangatta-Bontang merupakan aspirasi masyarakat yang sudah lama disampaikan. Wilayah ini, kata dia, cukup jauh dari perkotaan sehingga akses pendidikan tingkat SMP menjadi kendala bagi anak-anak di sana.
“Ada penyampaian dari berbagai masyarakat di daerah Jalan Poros supaya ada pendidikan tingkat SMP. Kabar baiknya, alhamdulillah kalau tidak salah ada informasi dari Dinas Pendidikan bahwa saat ini sedang diupayakan SMP di area tersebut,” ungkap Muhajir kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Rabu, 26 November 2025.
Menurutnya, rencana pembangunan SMP Negeri 4 ini di sekitar kilometer 5 sangat strategis lokasinya. Karena berada di tengah permukiman warga yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mengakses pendidikan tingkat SMP.
Secara umum, menurutnya, fasilitas pendidikan di Sangatta Selatan sudah cukup memadai dengan tersedianya sekolah dari tingkat TK, SD, hingga SMA. Namun untuk wilayah jalan poros Sangatta-Bontang yang jauh dari pusat kota, maka keberadaan SMP menjadi kebutuhan mendesak.
“Dari sisi pendidikan menurut saya sudah cukup lumayan. Namun memang untuk daerah jalan poros yang jauh dari perkotaan, keberadaan SMP ini sangat diharapkan,” jelas Muhajir.
Jalan poros merupakan wilayah yang menghubungkan Sangatta dan Bontang dengan karakteristik geografis yang berbeda dari wilayah perkotaan. Masyarakat di sana mayoritas petani dengan akses ke pusat kota yang cukup jauh.
Dengan adanya SMP di wilayah tersebut, pihaknya berharap angka partisipasi pendidikan tingkat menengah bisa meningkat. “Anak-anak tidak perlu menempuh jarak jauh atau mondok di kota untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP,” ucap Muhajir.
Pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses merupakan hak dasar setiap anak. Pemerintah desa mengapresiasi respons cepat Dinas Pendidikan dalam menanggapi aspirasi masyarakat untuk pembangunan SMP di jalan poros Sangatta-Bontang.
Selain pendidikan formal, di Sangatta Selatan juga ada berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan dan pendidikan non-formal.
Sejumlah program ini dibiayai dari berbagai sumber, termasuk Bantuan Keuangan Khusus Desa (Bankeususdes) yang mengalokasikan dana Rp250 juta untuk peningkatan sumberdaya manusia di tingkat Rukun Tetangga (RT). “Ke depan, pemerintah desa berharap fasilitas pendidikan di seluruh wilayah Sangatta Selatan bisa merata,” tutur Muhajir.
Tidak hanya di perkotaan, tapi juga di wilayah pinggiran seperti jalan poros Sangatta-Bontang agar tidak ada anak yang putus sekolah karena kendala akses dan jarak. (adv/ute)
![]()












