SANGATTA, KASAKKUSUK.com -Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kutai Timur mengaku telah melunasi tunggakan pembayaran sebanyak 1.722 paket pekerjaan senilai Rp400 miliar lebih. Utang tersebut merupakan sisa pekerjaan tahun 2024 yang Surat Perintah Membayar (SPM)-nya kembali ke dinas.
Kepala Bidang Permukiman, Dinas Perkim Kutai Timur, Mohammad Noor mengatakan pelunasan utang tunggakan tersebut dilakukan melalui anggaran murni APBD Kutai Timur 2025.
“Di murni hanya bayar hutang saja. Alhamdulillah 1.722 paket itu sudah selesai dibayarkan,” kata Mohammad Noor kepada KASAKKUSUK.com pada Senin, 24 November 2025.
Dia bilang, untuk program pembangunan baru tahun ini, pihaknya hanya mendapatkan alokasi di APBD Perubahan 2025. Jadi bukan di APBD murni karena digunakan untuk melunasi kewajiban tahun sebelumnya.
Dalam APBD Perubahan tahun ini, Dinas Perkim mendapatkan alokasi anggaran untuk sekitar 4 ribu lebih paket pekerjaan yang tersebar di 18 kecamatan di Kutai Timur. “Tidak ada kecamatan yang kosong. Semua ada kegiatannya,” ucap Mohammad Noor.
Sejumlah program tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perkim yang fokus pada pembangunan jalan lingkungan di kawasan pemukiman beserta
Prasarana, Sarana, dan Utilitas umum (PSU). Adapun PSU dimaksud meliputi pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), sarana tempat ibadah dan gapura.
Untuk pengadaan PJU, pihaknya menggunakan sistem katalog elektronik sehingga prosesnya lebih transparan dan efisien. “Kalau PJU dilelang pakai katalog elektronik,” tutur Mohammad Noor.
Dia mengakui belum menghafal detail total anggaran untuk program tahun ini, karena jumlahnya cukup besar dan baru memasuki tahap awal pelaksanaan.
Meski demikian pihaknya menjamin semua paket pekerjaan telah tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) pemerintah yang bisa diakses publik secara terbuka. “Semua muncul di RUP. Tidak ada yang tertinggal. Kami transparan,” beber Mohammad Noor. (adv/ute)
![]()












