SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Pemerintah Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur tengah berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya melalui program bantuan perbaikan atau “bedah rumah” tak layak huni bagi warga miskin ekstrem.
Kepala Desa Teluk Pandan, Andi Herman mengungkapkan tahun ini mereka menerima bantuan perbaikan sebanyak 36 rumah dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Sebelumnya, sekitar 75 rumah juga telah diperbaiki melalui program dari DPR RI. Program tersebut, kata dia, diperjuangkan Anggota DPR periode 2019-2024 asal daerah pemilihan Kaltim, Irwan Fecho. Selain itu, ada juga program bedah rumah dari PT Indominco Mandiri.
“Program Indominco ada, setiap tahun satu rumah warga miskin ekstrem. Pemberian bantuan perbaikan rumah ini menjadi salah satu prioritas utama kami. Karena banyak warga yang tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni,” kata Andi Herman dihubungi KASAKKUSUK.com pada Sabtu, 15 November 2025.
Tak cuma perbaikan rumah, pihaknya juga memberikan perhatian khusus terhadap warga miskin ekstrem yang membutuhkan bantuan langsung. Meskipun program ini telah berjalan baik, namun kata dia, jumlah rumah yang perlu diperbaiki masih cukup banyak, sekitar 100 rumah lagi.
“Sekitar 100 rumah warga miskin ekstrem yang masih membutuhkan perbaikan. Kami berharap dengan bantuan dari berbagai pihak, masalah ini dapat segera teratasi. Semoga tahun 2026 bisa terealisasi,” harap Andi Herman.
Dia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah desa, kabupaten, dan pihak lain dalam mengatasi masalah ini. “Kami terus menggali sumberdaya dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk DPR RI untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Andi.
Dia berharap agar masyarakat Desa Teluk Pandan dapat terus mendukung program yang telah dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup.
Dia juga menegaskan Pemerintah Desa Teluk Pandan berkomitmen untuk terus bekerja keras memperbaiki kondisi sosial ekonomi warga.
“Pemberian bantuan ini bukan hanya soal perbaikan rumah, tapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberikan rasa aman bagi warga,” ujar Andi.
Desa Teluk Pandan dihuni sekitar 2.586 jiwa, terdiri dari 1.332 laki-laki dan 1.254 perempuan dengan total 742 kepala keluarga berdasarkan data 2024. Adapun mata pencaharian warganya mayoritas pekebun.
Selain ketahanan pangan, Desa Teluk Pandan juga tengah mengembangkan sektor pariwisata dengan konsep wisata sawah.
Andi Herman mengungkapkan wisata sawah di desanya semakin diminati wisatawan lokal dengan pengunjung mencapai 100 hingga 300 orang per hari pada akhir pekan.
“Setiap harinya sekitar 100 pengunjung. Ke depan, kami akan terus meningkatkan fasilitas di lokasi wisata sawah, termasuk pembangunan toilet dan kios Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk para pelaku usaha lokal. Semua ini kami lakukan untuk mendukung pengembangan ekonomi masyarakat,” papar Andi Herman.
Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lahan wisata juga turut meningkatkan partisipasi warga dalam program tersebut.
Dia menyebutkan wisata sawah dikelola dengan kolaborasi antara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Badan Usaha Milik Desa. (adv/ute)
![]()












