SAMARINDA, KASAKKUSUK.com – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri membuka kegiatan Job Fair Disnaker X digelar di Atrium Samarinda Central Plaza (SCP) pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Kegiatan berlangsung selama dua hari yakni 30 hingga 31 Oktober 2025. Hal ini menjadi momentum penting mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha secara langsung.
Sebanyak 639 lowongan pekerjaan tersedia dalam Job Fair Disnaker X tersebut. Jumlah lowongan kerja kali ini dilaporkan meningkat dari 617 lowongan kerja pada tahun sebelumnya.
Dalam sambutannya, Wawali Samarinda, Saefuddin Zuhri menyampaikan pesan agar para pencari kerja memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh.
“Bekerjalah dengan benar, karena tidak ada peluang kedua kali. Ini adalah kesempatan yang harus benar-benar diseriusi dan dilaksanakan dengan baik. Kalau ditekuni, Insyaallah pekerjaan itu akan dinikmati dan menjadi bagian dari hidup kalian,” pesan Saefuddin di hadapan peserta Job Fair.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar tempat mencari pekerjaan, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan harapan dan kesempatan antara masyarakat dengan dunia usaha yang sedang tumbuh di Kota Samarinda.
“Job Fair ini bukan sekadar ajang untuk mencari pekerjaan. Ini ruang pertemuan antara harapan dan kesempatan mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha yang berkembang pesat di Samarinda,” ujar Saefuddin sekaligus mengapresiasi kegiatan yang berkolaborasi SCP ini.
Karena itu, Saefuddin berharap kegiatan ini memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja baru.
“Pemerintah Kota Samarinda melalui Disnaker terus berupaya menekan angka pengangguran terbuka dan memperluas kesempatan kerja. Salah satu langkah konkretnya adalah menghadirkan kegiatan kolaboratif seperti ini di pusat keramaian, agar masyarakat mudah mengaksesnya,” papar Saefuddin Zuhri.
Dia juga menyebutkan jika dunia usaha berjalan lancar, maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat.
“Kalau usahanya lancar, berarti cuannya juga lancar. Jadi bagi anak-anak muda yang nanti diterima bekerja, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berkembang dan menjadi tenaga kerja yang benar-benar profesional,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Samarinda, Yuyum Puspitaningrum menjelaskan dari 639 lowongan kerja dibuka dalam Job Fair Samarinda tahun ini menghadirkan 26 perusahaan dan enam lembaga pelatihan kerja (LPK) binaan Disnaker.
Dari total tersebut terdapat sektor perdagangan diikuti oleh sembilan perusahaan, tujuh sektor jasa, dua masing-masing untuk sektor keuangan dan perbankan, empat sektor pertambangan, satu di bidang pendidikan diwakili oleh Penerbit Erlangga serta tiga distribusi untuk perusahaan.
Selain membuka peluang kerja, Disnaker juga menyediakan layanan konseling satu meja sebagai bentuk pendampingan bagi para pencari kerja, agar mereka dapat menyesuaikan minat dan kompetensinya dengan posisi yang tersedia.
Di tempat sama, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahroni menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Job Fair sebagai langkah konkret dalam memperluas kesempatan kerja di kota ini.
“Kita berharap kegiatan ini bisa benar-benar menyerap tenaga kerja secara maksimal dari seluruh total lowongan yang ada. Ini akan memberikan efek baik, baik untuk perusahaan maupun masyarakat, khususnya di Kota Samarinda,” ujarnya.
Novan juga menilai perlu ada tindak lanjut setelah kegiatan ini agar manfaatnya lebih berkelanjutan.
“Setelah Job Fair, mungkin bisa dilanjutkan dengan pelatihan atau pendampingan lain. Karena tidak semua pencari kerja langsung memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Nah, di situlah peran lembaga pelatihan (LPK) menjadi penting untuk meningkatkan kompetensi mereka,” ucap Novan.
Ia berharap, melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan, Samarinda dapat terus melahirkan tenaga kerja yang terampil dan siap bersaing di berbagai sektor.
Melalui Job Fair Disnaker X ini, Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen menjadi jembatan antara pencari kerja dan penyedia lapangan kerja, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor menuju peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (*/jib/ute)
![]()












