SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Warga Desa Manubar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur mengeluhkan kondisi abrasi pantai di wilayahnya.
Betapa tidak, kondisinya saat ini mengalami pengikisan tanah di daerah bibir pantai akibat tekanan gelombang dan arus laut, yang dapat menyebabkan hilangnya garis pantai dan merusak ekosistem serta permukiman.
Keluhan itu disampaikan warga Desa Manubar kepada Anggota DPRD Kutai Timur, Solaiman saat menggelar reses di daerah pemilihan (Dapil) V Kutai Timur mencakup lima kecamatan yakni Sandaran, Sangkulirang, Kaliorang, Kaubun, dan Karangan belum lama ini.
Terkait masalah abrasi, kata dia, warga mengusulkan penurapan pantai untuk menahan abrasi menggeris bibir pantai.
Hanya saja, menurutnya, penurapan pantai tak bisa langsung diakomodir Pemkab Kutai Timur karena hal itu merupakan kewenangan Pemprov Kaltim.
Kondisi ini menjadi kendala dalam Sistem Informasi Perencanaan Daerah (SIPD), sebab Pemkab Kutai Timur tak memiliki wewenang menangani masalah tersebut.
“Warga juga mengusulkan pengembangan wisata pantai indah di lokasi itu. Tapi hal ini terkendala masalah abrasi yang belum tertangani,” ucap Soleman kepada wartawan pada Kamis, 11 September 2025.
Selain itu, kondisi jalan rusak di Sandaran menjadi keluhan klasik warga. Dia tahu, perbaikan jalan menuju Sandaran hingga kini masih dalam tahap perencanaan meski sudah memasuki tahap matang.
Untuk jalan provinsi, kata dia, sudah ada koordinasi antara anggota DPR RI Dapil Kaltim bersama Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang telah turun ke lapangan. Jalan dari ibu kota ke daerah tersebut mencapai sekitar 15 kilometer.
Solaiman yakin jalan provinsi segera terealisasi karena sudah ada perhatian dari Pemprov Kaltim meski untuk jalan kabupaten masih memerlukan waktu lebih lama.
“Banyak jalan rusak. Belum lagi jalan menuju Sandaran masih dalam perencanaan tapi sudah tahap matang. Semoga saja di akhir tahun 2025 sudah berkurang,” pintanya. (qi/ute)
![]()












