SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Politikus Partai Golkar Kaltim, Apansyah mengungkapkan jika dirinya terpilih jadi ketua DPD Partai Golkar Kutai Timur dalam Musyawarah Daerah (Musda) nanti maka dia akan menunjuk Asti Mazar menjadi sekretaris.
Hal itu dilontarkan Apansyah menanggapi soal komposisi kepengurusan yang mengakomodir semua kader terbaik Golkar yang tak maju dalam Musda. Terutama untuk mengisi posisi strategis: sekretaris, ketua harian, dan bendahara partai.
“Yang pasti saya tidak akan melupakan senior-senior saya. Karena saya masih kategori sebagai kader baru yang ada di Golkar di Kutai Timur. Tapi dalam hal ini kalau ingin dipertanyakan komposisinya bagaimana? Yang pasti sekretaris saya itu Ibu Asti,” ungkap Apansyah kepada wartawan dihubungi melalui panggilan WhatsApp pada Kamis siang, 11 September 2025.
Mengenai komitmen Sayid Anjas jika terpilih jadi ketua DPD Partai Golkar Kutai Timur akan membangun sekretariat permanen bagi partai, dia menimpalinya dengan argumen berbeda.
“Kalau saya mungkin ya mohon maaf. Kalau kami kader baru sudah berkomitmen dari awal untuk membangun sekretariat permanen,” ucapnya.
Kami sudah merencanakan di beberapa titik. Tidak perlu berkomitmen seperti itu. Maksudnya kami kader baru yang akan membangun kantor itu,” sambungnya.
Adapun rencana lokasi pembangunan sekretariat DPD Partai Golkar Kutai Timur yakni Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Pendidikan atau di Jalan Kenyamukan.
“Tinggal persetujuan dari Ketua DPD Partai Golkar Kaltim (Rudy Mas’ud) yang dalam hal ini Pak Gubernur,” sebutnya.
Mengenai kebijakannya jika terpilih jadi ketua Golkar soal bergabung atau tidaknya dalam koalisi pendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan Ardiansyah Sulaiman dan Mahyunadi, kata dia fleksibel.
“Kita fleksibel dalam hal ini. Kita tidak mengatakan bahwa akan oposisi dan bukan. Kita tidak mengatakan tidak pro pemerintah. Tetapi kita pro rakyat,” tegas Apansyah.
Karena itu, pihaknya hanya mengikuti keinginan masyarakat.
“Jadi apa yang diinginkan oleh rakyat khususnya Kutai Timur, kita pasti akan menjalankan. instruksi itu. Karena kami hari ini organisasi besar, Golkar besar karena rakyat. Jadi apa instruksi rakyat maka kami akan laksanakan,” ujarnya.
Sebelumnya, Apansyah menyatakan siap bertarung melawan Sayid Anjas memperebutkan posisi ketua DPD Partai Golkar Kutai Timur.
Sebanyak 23 suara diperebutkan dalam Musda digelar Oktober nanti. Adapun syarat maju jadi calon ketua Golkar Kutai Timur salah satunya harus mendapat 30 persen dukungan dari 23 pemilik suara Musda.
Pemilik suara Musda masing-masing 1 suara DPD Golkar Kaltim, DPD Golkar Kutai Timur dan Dewan Penasehat. Kemudian 18 suara dari Pengurus Tingkat Kecamatan (PTK) ditambah masing-masing 1 dari organisasi didirikan dan mendirikan Partai Golkar.
“Sebagai kader Golkar memiliki kesempatan sama untuk maju di Musda. Saya siap maju. Dari 18 suara PTK, kami sudah kantongi 13 dukungan,” tegas Apansyah. (ute)
![]()












