DaerahNusantaraTNI/POLRI

AKM Bakal Demo Rabu, Kapolres Kutai Timur Janji Tak Represif 

SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Puluhan demonstran tergabung dalam Aliansi Kutai Timur Melawan (AKM) menggelar aksi damai di simpang empat lampu merah Bukit Pelangi Sangatta pada Senin siang, 1 September 2025.

Demonstran berasal dari berbagai organisasi ini antara lain HMI Cabang Sangatta, GMNI Kutai Timur, KNPI Kutai Timur pimpinan Andi Zulfian, dan Fraksi Rakyat Kutai Timur.

Dua unit mobil pikap tampak di lokasi, salah satu di antaranya dipasangi pengeras suara sekaligus sesekali dijadikan panggung orasi.

Mimbar bebas dimulai. Diawali orasi bergantian di bawah terik matahari.

Tampak dari sebagian demontran membentangkan spanduk dengan tulisan bernada kecaman.

Tak berselang lama, mereka kemudian menggelar salat gaib.  Mendoakan almarhum Affan Kurniawan (21 tahun) pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat demonstrasi skala besar di Jakarta. Usai salat gaib, mereka kembali melanjutkan orasi.

Koordinator aksi, Andi Zulfian menegaskan perjuangan mereka tidak akan berhenti. Gerakan ini, kata dia, sebagai bentuk nyata dari kekecewaan masyarakat terhadap ketidakadilan pemerintah terhadap rakyat.

Dia juga mengecam tindakan represif oleh aparat di berbagai daerah dalam menangani unjuk rasa.

“Kami ke sini menyuarakan kebenaran dan keadilan. Aksi ini bukan akhir, tapi ini baru permulaan dari gerakan rakyat yang muak dengan ketidakadilan. Rabu besok (3 September 2025), kami akan kembali turun aksi di depan kantor DPRD Kutai Timur,” pekik Zulfian lewat pengeras suara.

“Kami ingin perubahan, bukan janji-janji kosong dari para elite. Kami tidak akan mundur sebelum suara rakyat didengar,” kataya sambil mengangkat dan mengepalkan tanganku kiri.

Begitu pula Ketua Umum HMI Cabang Sangatta, Siswandi. Dalam orasinya dia menegaskan aksi digelarnya kali ini sebagai buntut tindakan represif aparat terhadap demonstran di berbagai daerah.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya saudara Affan Kurniawan pengemudi ojol yang tewas akibat dilindas rantis aparat. Termasuk sejumlah saudara kita lainnya yang menjadi korban dalam demonstrasi di sejumlah daerah,” lantang Siswandi.

Orasi serupa juga disampaikan perwakilan Fraksi Rakyat Kutai Timur, Erwin Febrian Syuhada. Lalu dilanjutkan Ketua Umum GMNI Kutai Timur, Deo Datus Feran Kacaribu serta sejumlah pengurus HMI lainya.

Pantauan di lokasi, ratusan personel gabungan dari TNI dan Polri diturunkan untuk menjaga unjuk rasa agar berlangsung aman, tertib dan damai.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto bersama Komandan Kodim 0909 Kutai Timur, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto hadir menemui demonstran.

Saat menerima aspirasi demonstran, Kapolres AKBP Fauzan Arianto menyampaikan empatinya atas korban jiwa dalam unjuk rasa di berbagai daerah di Tanah Air.

Dia juga menegaskan komitmennya untuk tidak mengulang kesalahan serupa.

“Saya turut berduka cita atas meninggalnya para korban demonstrasi. Saya juga berjanji akan mundur dari jabatan jika aparat kepolisian Kutai Timur melakukan tindakan represif terhadap massa aksi,” ucapnya di harapan puluhan demonstran.

Usai mendengar pernyataan Kapolres, massa pun membubarkan diri dengan tertib. (ute)

 

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: