SANGATTA,KASAKKUSUK.com –Anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Samarinda melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kutai Timur pada Senin pagi, 25 Agustus 2025.
Rombongan Banmus DPRD Samarinda dipimpin Fahruddin diikuti sembilan anggota dewan lainnya.
Anggota Banmus DPRD Samarinda, Ismail Latisi mengungkapkan kunjungan kali ini dalam rangkaian studi tiru guna meningkatkan kualitas kerja dan efektivitas perencanaan program kerja Banmus DPRD Samarinda.
“Kunjungan ini diharapkan dapat memperkaya referensi dan strategi Banmus dalam menyusun program kerja yang lebih baik,” ucap Ismail Latisi kepada wartawan usai bertemu dengan Tim Banmus DPRD Kutai Timur.
Dia bilang kegiatan ini bukan sekadar kunjungan studi tiru, tapi sebagai bentuk kolaborasi antarwilayah dalam meningkatkan fungsi kelembagaan DPRD.
“Kita coba sharing program, baik itu program yang ada di DPRD Kota Samarinda maupun program Banmus yang ada di DPRD Kabupaten Kutai Timur,” tutur anggota Fraksi PKS ini.
Menurutnya, Kutai Timur dipilih sebagai lokasi studi tiru karena memiliki karakteristik daerah yang sama, baik dari sisi budaya maupun tantangan pembangunan.
Ismail juga menegaskan studi tiru ini bukan untuk membandingkan mana yang lebih unggul, tapi untuk mencari inspirasi dalam membenahi sistem dan perencanaan DPRD Samarinda agar lebih efektif dan efisien.
“Sifatnya normatif, hal-hal yang positif kita ambil, kita pelajari, lalu kita terapkan sesuai dengan kebutuhan di Samarinda,” paparnya.
Tak cuma itu, dia menilai hal tersebut akan lebih mudah diadaptasi di Samarinda.
“Kita ini sama-sama dari Kaltim ya. Jadi ada hal-hal yang boleh jadi menjadi ilmu baru, seperti pengelolaan Banmus dan penyusunan program yang bisa diterapkan di Samarinda nantinya,” ucap anggota Komisi IV DPRD Samarinda tersebut.
Dalam pertemuan tersebut, lanjut dia, Banmus DPRD Samarinda mengamati metode penyusunan program tahunan dan bulanan yang dilakukan DPRD Kutai Timur.
“Kami berharap informasi yang didapatkan hari ini bisa mengadopsi beberapa strategi yang terbukti efektif. Nanti kita bisa ambil itu, bagaimana metode yang dipakai teman-teman di Kutai Timur untuk kita terapkan di Samarinda,” paparnya.
“Ilmu itu ‘kan bisa kita ambil dari mana saja, termasuk dari Kutai Timur. Kita menyerap hal-hal positif dan mencoba menerapkannya di tempat kita,” tambah Ismail. (ogy/ute)
![]()












