SANGATTA, KASAKKUSUK.com –Perusahaan Umum Air Minum (Perumdam) Tirta Tuah Benua (TTB) Kutai Timur mencatatkan keuntungan senilai Rp2,7 miliar pada 2024.
Meski begitu, keuntungan yang dihasilkan belum bisa disetorkan ke kas daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Alasannya, Perumdam TTB Kutai Timur hingga kini masih diprioritaskan untuk memperluas cakupan pelayanan air bersih.
Demikian diungkapkan Direktur Utama Perumdam TTB Kutai Timur, Suparjan kepada wartawan saat dihubungi melalui panggilan aplikasi WhatsApp pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Dia menjelaskan kebijakan ini sesuai Peraturan Daerah tentang Penambahan Modal Perusahaan.
“Laba yang diperoleh masih kami fokuskan untuk ekspansi jaringan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Suparjan.
Dia mengaku, pihaknya telah mengajukan penyertaan modal kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur senilai Rp 15 miliar untuk dialokasikan melalui APBD. Anggaran tersebut, lanjut dia, untuk mendukung program ekspansi Perumdam TTB Kutai Timur pada 2025. Hanya saja, usulan tersebut masih dalam proses evaluasi.
“Angka ini turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp25 miliar dan telah digunakan untuk pemasangan jaringan pipa serta peningkatan cakupan pelayanan,” beber Suparjan.
Selain itu, dia juga mengaku dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini pihaknya belum pernah menaikkan tarif air kepada pelanggan.
Adapun tarif air untuk pelanggan rumah tangga sebesar Rp6.800 per kubik untuk 10 kubik pertama. Kemudian naik menjadi Rp9 ribu per kubik untuk pemakaian di atas 10 kubik.
“Rata-rata tarif yang diterapkan sekitar Rp9.500 per kubik, masih jauh dari batas atas ditetapkan Surat Keputusan Gubernur Kaltim sebesar Rp13.800 per kubik. Hal ini menunjukkan masih ada ruang untuk penyesuaian tarif jika diperlukan di masa mendatang,” ungkapnya.
Sementara untuk biaya pemasangan sambungan baru, lanjut dia, pelanggan rumah tangga dikenakan tarif Rp2,5 juta hingga Rp3 juta untuk pemasangan standar. Sedangkan pelanggan industri sekitar Rp3,5 juta tergantung hasil survei lapangan.
Tak cuma itu, Perumahan TTB Kutai Timur juga mengembangkan unit Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang dikelola mandiri dengan pendanaan murni dari internal Perusda.
Keuntungan dari unit bisnis ini akan masuk ke laporan keuangan Perumdam TTB setelah melalui proses audit.
Dalam meningkatkan kualitas layanan, menurutnya, Perumdam telah menerapkan sistem pendaftaran pelanggan baru secara online untuk memudahkan masyarakat dalam mengajukan sambungan air.
Hingga saat ini, cakupan pelayanan Perumdam TTB Kutai Timur secara teknis telah mencapai 80 persen, menunjukkan progress signifikan dalam penyediaan akses air bersih bagi masyarakat.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan air bersih kepada seluruh masyarakat Kutai Timur melalui berbagai inovasi dan investasi infrastruktur yang berkelanjutan,” ujar Suparjan. (qi/ute)
![]()












