Daerah

Banjir Bengalon dan Sangatta Sudah Disampaikan ke Gubernur Kaltim

BENGALON, KASAKKUSUK.com -Permasalahan banjir di Bengalon dan Sangatta, Kabupaten Kutai Timur dalam sebulan terakhir ini mendapat perhatian serius Anggota DPRD Kaltim, Arfan.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Kutai Timur, Bontang dan Berau ini mengaku telah menerima proposal diajukan warga yang mengusulkan normalisasi sungai.

“Proposalnya baru saja saya terima hari ini. Sebenarnya tidak harus pakai proposal, karena sudah masuk Musrembang kemarin. Saya sudah sampaikan di DPRD Kaltim, SDA dan Bappeda terkait banjir di Bengalon,” ungkap Arfan kepada wartawan melalui sambungan telepon pada Jumat, 16 Mei 2025.

Hanya saja, Arfan menemukan usulan penanganan banjir Bengalon tersebut belum masuk dalam Musrenbang Kabupaten Kutai Timur.

“Dari data Bankeu (bantuan keuangan) yang saya minta di kabupaten, untuk normalisasi Sungai Bengalon itu belum ada, maka saya bilang coba menghadap Bupati minta persetujuan, sehingga mungkin tahun depan kita bisa perjuangkan,” papar politikus Partai Nasdem ini.

Selain itu, Arfan bahkan telah melaporkan persoalan banjir Bengalon dan Sangatta ke Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.

Kalau memungkinkan, kata Arfan, kegiatan penanggulangan banjir bisa dibiayai melalui pokok-pokok pikiran (pokir) atau dana aspirasi DPRD Kaltim. Hal itu dianggap penting agar warga di Bengalon dan Sangatta tak lagi menderita akibat banjir.

“Sebenarnya di Provinsi itu sudah ada program relokasi di pinggir sungai itu. Cuma kemarin saya menghadap ke dinas terkait SDA, saya minta mereka turun untuk secara teknisnya karena mereka yang paham. Cuma ya, masih dicarikan jadwal,” ungkap Arfan yang selama ini bermukim di Bengalon.

Dia juga meminta agar dinas terkait melakukan pencermatan teknis di lapangan untuk melihat kondisi dan segera memberikan solusi  terkait permasalahan yang muncul. Sehingga ketika debit air naik, maka tidak menggenangi kawasan permukiman warga.

“Kalau pencermatan kami, masyarakat bisa membelah sungai, tapi secara teknis mungkin ada dinas yang memahami tentang itu agar banjir itu cuma lewat, bukan menggenangi permukiman warga,” paparnya.

Dia juga menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga dalam menangani permasalahan ini. Sebab banjir yang terus menerus melanda sejumlah wilayah di Kutai Timur memerlukan perhatian khusus dan solusi konkret  melibatkan semua pihak.

“Semoga banjir yang terus-menerus menjadi langganan selama ini, segala lini, seluruh pejabat di Kutai Timur maupun gubernur, DPRD harus bersama memikirkan agar tidak terjadi seperti ini. Karena ini sudah kelalaian, artinya hujan sedikit banjir lagi dan ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Plt Camat Bengalon, Permana Lestari mengemukakan sejumlah permasalahan utama dan upaya untuk mengatasi banjir di wilayahnya.

Dia sebut salah satu penyebab utama banjir di kawasan itu akibat pendangkalan di Muara Bengalon.

“Ada pendangkalan dari Muara Bengalon. Lumpurnya sudah penuh di sana. Ketika air surut, sebentar saja kelihatan surut, kemudian nampak lagi naik lagi. Karena sudah dangkal betul di sana,” ujar Permana saat ditemui di Bengalon pada Jumat 16 Mei 2025.

Dia mengaku pihaknya telah menyampaikan proposal warganya yang mengusulkan kegiatan normalisasi sungai ke Pemprov melalui Anggota DPRD Kaltim, Arfan.

“Kami bermohon melalui Pak Arfan nanti ke provinsi karena anggaran untuk normalisasi sungai muara itu adalah dari provinsi,” harapnya.

Diakui pula banjir di Bengalon sebenarnya bukan hal baru lagi. Karena sejak tinggal di Bengalon mulai 1995 hingga saat ini dia merasa telah terbiasa dengan musibah banjir tersebut.

“Kami sudah terbiasa dengan banjir, dan tidak ada predatornya (buaya). Tapi akibat pembukaan lahan untuk perkebunan sawit maka sekarang ini muncul buaya muara. Hal itu tentunya membuat warga ketakutan.

“Dampak sosialnya bukan tidak bisa bekerja. Sebab bekerja masih bisa karena masih ada perahu. Tapi yang terdampak itu secara psikologi, dan ketakutan,”  bebernya. (q)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: