SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Anggota Komisi D (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Kutai Timur, Uci menanggapi keluhan warga yang terganggu soal maraknya burung hantu digunakan untuk mengendalikan hama di perkebunan sawit.
Menurutnya, tindakan itu telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian masyarakat, terutama bagi peternak sarang burung walet. Mereka merasa terganggu dengan keberadaan satwa liar tersebut.
“Masalahnya adalah keberadaan burung hantu ini mengganggu peternak burung wallet dan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat sekitar. Kami memahami burung hantu digunakan untuk mengatasi masalah hama di kebun sawit, tapi dampaknya terhadap masyarakat lainnya juga harus dipertimbangkan,” beber politkus PKS ini.
Karena itu, pihaknya berencana berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan perkebunan sawit yang selama ini memanfaatkan burung hantu untuk mengusir hama.
Tujuannya untuk mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak tanpa merugikan masyarakat lain di sekitarnya.
“Kami akan berupaya mencari jalan keluar antara kepentingan perusahaan dan kenyamanan masyarakat. Kami berharap perusahaan bisa lebih memperhatikan dampak lingkungan dan sosial dari penggunaan burung hantu tersebut,” beber Uci.
“Kita berupaya adanya solusi tidak merugikan peternak burung walet dan masyarakat di sekitar,” tambahnya.
“Pengelolaan satwa liar harus memperhatikan kebutuhan ekosistem dan dampaknya terhadap masyarakat. Kami berharap bisa menemukan solusi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan antara pihak perusahaan perkebunan dan masyarakat,” imbuhnya.
Karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus mengupayakan dialog yang konstruktif antara pihak perusahaan dan masyarakat, serta mencari solusi alternatif yang dapat mengatasi masalah tersebut tanpa menimbulkan masalah baru.
Dia berharap, dengan pendekatan bijaksana, isu terkait pengelolaan satwa liar ini bisa diselesaikan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di Kutai Timur. (adv-dprd)
![]()












