PARA simpatisan mulai bergerak memperkenalkan figur publik yang akan didukungnya sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati Kutai Timur. Buktinya, saat ini sudah muncul dua poster gemoy (gemas, bahasa gaul) bergambar tokoh publik yang didukungnya pada papan reklame berukuran sekitar 5×10 meter di median jalan sepanjang Jalan Yos Sudarso, Teluk Lingga, Sangatta. Kedua tokoh dimaksud adalah Bupati Kutai Timur H Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kutai Timur H Kasmidi Bulang. Poster keduanya kompak menggunakan basis teknologi kecerdasan buatan atau dikenal dengan istilah artificial intelligence (AI) sehingga wajah mereka menyerupai versi kartun lucu yang menggemaskan.
Lantas, apakah poster gemoy ini sebagai sinyal pecah kongsi antara Ardiansyah Sulaiman dengan Kasmidi Bulang menjelang Pilkada Kutai Timur yang akan digelar 27 November 2024?
Sayuti Ibrahim, Sangatta
Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang adalah pasangan calon terpilih berdasarkan hasil Pilkada Kutai Timur 9 Desember 2020. Rapat pleno KPU Kutai Timur tentang rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara tingkat Kabupaten Kutai Timur pada 17 Desember 2020, menetapkan pasangan calon nomor urut 3 Ardiansyah–Kasmidi peraih suara terbanyak 71.797 suara. Kemudian disusul dua rivalnya pasangan calon nomor urut 1 Mahyunadi–Lulu Kinsu dengan perolehan 55.050 suara serta pasangan calon nomor urut 2 Awang Ferdian-Uce Prasetyo memperoleh 25.289 suara.
Pilkada Kutai Timur Tahun 2020 Dalam Angka
| No. | Nama Pasangan Calon | Parpol Pengusul | Jumlah Kursi | Perolehan Suara | Persentase |
| 1 | Mahyunadi–Lulu Kinsu | PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, dan Partai Nasdem | 23 kursi | 55.050 | 36,18% |
| 2 | Awang Ferdian-Uce Prasetyo | PPP | 9 kursi | 25.289 | 16,62%
|
| 3 | Ardiansyah-Kasmidi Bulang | Partai Demokrat, PKS dan Partai Berkarya ditambah partai pendukung: Perindo dan PSI | 8 kursi | 71.797 | 47,19% |
Setelah penetapan hasil Pilkada Serentak 2020 oleh KPU Kutai Timur, pasangan calon terpilih Ardiansyah-Kasmidi kemudian dilantik menjadi bupati dan wakil bupati Kutai Timur oleh Gubernur Kaltim Isran Noor secara virtual di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Kabupaten Kutai Timur pada 26 Februari 2021. Pelantikan secara daring dilakukan lantaran saat itu masih pandemi Covid 19. Keduanya mendapatkan Surat Keputusan (SK) Mendagri yang ditandatangani Tito Karnavian dengan Nomor 131.64-318.
Namun dengan munculnya poster gemoy Ardiansyah dan Kasmidi terpantau pada Senin 1 April 2024 tersebut seakan memberi sinyal bahwa kedua tokoh ini sudah pecah kongsi dan siap bertarung di Pilkada Kutai Timur 2024. Sebelum maju bersama Kasmidi Bulang, memang Ardiansyah pernah menjadi bupati Kutai Timur selama setahun (2015-2016) menggantikan Isran Noor yang saat itu mengundurkan diri. Sehingga jabatan bupati saat itu belum bisa disebut satu periode. Sebab hitungan satu periode kepala daerah adalah minimal pernah menjabat lebih dari dua setengah (2,5) tahun.
Dengan begitu Ardiansyah maju di Pilkada 2024 untuk menggenapkan dua periode masa kepemimpinannya sebagai bupati Kutai Timur. Sama halnya, Kasmidi Bulang. Dia harus maju menjadi calon bupati Kutai Timur pada Pilkada Serentak 2024. Sebab jabatannya sebagai wakil bupati Kutai Timur sudah memasuki periode kedua. Pertarungan politik antara Ardiansyah dengan Kasmidi tentu sama-sama kuat. Keduanya disokong oleh partai berbasis kader yang solid dan memiliki pemilih emosional. Ardiansyah bakal diusung PKS dan Kasmidi lewat Partai Golkar yang sama-sama memiliki 7 kursi di DPRD Kutai Timur. Keduanya tentu membutuhkan satu kursi lagi agar memenuhi 8 kursi sebagai syarat pengajuan pasangan calon di KPU Kutai Timur nantinya.
Namun mengenai kemenangan mereka di Pilkada Serentak 2024 sangat ditentukan oleh sosok calon wakil bupati bakal menjadi pendampingnya. Kandidat wakil bupati ini menjadi penentu kemenangan sehingga dia harus memiliki rekam jejak yang baik, modal sosial, dan elektabilitas tinggi sesuai keinginan masyarakat. Untuk memastikan hal itu maka perlu dilakukan survei oleh lembaga konsultan politik yang terpercaya.
Terpasangnya poster gemoy Ardiansyah dan Kasmidi kemungkinan besar terinspirasi dari viralnya sejumlah alat peraga kampanye (APK) calon presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming versi kartun saat berlangsungnya masa kampanye Pemilu 2024 lalu. Poster gemoy Prabowo-Gibran tersebut terpasang di sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia. Gambar kartun gemoy Prabowo-Gibran dibuat oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) sebagai bentuk kampanye kreatif selama masa kampanye. Tujuannya untuk menarik dukungan dari kalangan swing voter atau pemilih rasional yang dapat berubah pilihannya sesuai ide dan gagasan calon presiden dan wakil presiden. Dari 204,8 juta jiwa jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Indonesia sekitar 44 persen di antaranya adalah swing voter di Pemilu 2024. Kelompok swing voter ini juga masuk kategori pemilih milenial yakni generasi yang lahir 1981-1996 atau berusia 24-29 tahun dan generasi zoomer atau biasa disingkat Gen Z adalah mereka yang lahir pada tahun 1997 hingga 2012. (*)
![]()












