KUTAI TIMUR – Dibukanya Gebyar Pendidikan dan Beasiswa Kutim oleh Pemkab Kutai Timur (Kutim), Kaltim, belum lama ini mendapatkan perhatian dari kalangan Anggota DPRD.
Dewan meminta secara khusus agar pengelola beasiswa tersebut bisa transparan kepada publik, jangan sampai ada kejadian anak berprestasi namun luput dari pantauan bahkan tidak diakomodir.
“Beasiswa Kutim ini menjadi program AS-KB dan itu akan kami dukung,” terang Wakil Ketua II DPRD Kutim, Arfan kepada media.
Arfan meminta agar beasiswa Kutim bisa menampung pelajar yang ada di Kutim hingga ke jenjang mahasiswa. Namun kata dia, jika tidak bisa ditampung, bisa dialihkan ke program yang sama milik Pemprov Kaltim yakni Kaltim Tuntas.
Arfan mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Pengelola Beasiswa Kaltim Tuntas untuk bisa mengcover mahasiswa asal Kutim yang belum tercover oleh Beasiswa Kutim Tuntas.
Untuk pelaksanaannya sendiri kata dia sudah cukup transparan. Pasalnya pendaftaran dilakukan secara online. Namun kata dia, jika masyarakat sulit menjangkau, pihaknya menyarankan agar masyarakat bisa melapor langsung ke dewan.
“Akan kami fasilitasi. Dan Dinas pendidikan saya minta untuk profesional dalam menjalankan program beasiswa tersebut,” pungkas politisi Nasdem tersebut.(Adv-DPRD/Yq-Az)
![]()












