KUTAI TIMUR – Minimnya sarana prasarana Puskesmas mendapatkan perhatian serius dari Anggora DPRD Kutim, Yuli Sa’pang.
Politisi dari PDI Perjuangan tersebut mengatakan jika minimnya pada faskes dapat mempengaruhi kualitas pelayanan terhadap masyarakat.
Yuli sapaan akrabnya mengatakan, jika alokasi anggaran kesehatan yang mencapai Rp 200 miliar namun pelayanan kesehatan masih belum maksimal. Terutama pelayanan kesehatan yang ada di puskesmas di kawasan pedalaman.
“Seperti mobil ambulance. Padahal kalau dialokasikan penggadaan 18 ambulance untuk setiap kecamatan, tentu akan sangat bermanfaat,” katanya.
Meskipun minimnya sarana prasarana di puskesmas, dia masih berharap agar puskesmas tetap bisa memberikan fasilitas maksimal kepada masyarakat.
“Jangan sampai hanya karena fasilitas kurang memadai, warga yang jauh di pedalaman harus di rujuk ke RSUD. Sedangkan estimasi perjalanannya memakan waktu lama,” ucapnya.
Dia menyarankan agar masalah tersebut bisa diatasi dengan adanya dana CSR dari banyak perusahaan yang ada di Kutim. Dana tersebut menurutnya bisa digunakan untuk meningkatkan fasilitas puskesmas yang ada di Kutim.
“Akan sangat membantu jika direalisasikan melalui CSR,” jelasnya.
Menurutnya, pemanfaatan dana CSR dapat memberikan dampak yang besar terhadap pembangunan. Seperti di Kecamatan bengalon, yang digunakan untuk peningkatan kualitas jalan.
“Itu sangat membantu sekali. Apalagi kalau dimanfaatkan untuk peningkatan fasilitas kesehatan. Bagaimana pun dana CSR harus dimaksimalkan agar hasilnya bisa maksimal,” pungkasnya.(Adv-DPRD/Yq-Az)
![]()












