KUTAI TIMUR – Provinsi Kalimantan Timur menjadi satu satunya daerah di Indonesia yang berhasil meraih kompensasi dari World Bank atau Bank Dunia dalam program penurunan emisi carbon. Keberhasilan tersebut, karena Kaltim telah membuat perangkat-perangkat untuk mendukung program penurunan emisi carbon. Yaitu, Pemprov Kaltim telah membuat payung hukum dalam pengelolaan lingkungan hidup hingga menyiapkan peraturan daerah (perda) untuk mendukung pengelolaan lingkungan.
Makanya, dengan dasar itu, sangat wajar jika Kaltim menerima kompensasi dari negara-negara donor melalui Bank Dunia atau World Bank.
Menanggapi hal itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyebut, agar prestasi yang diraih oleh Provinsi Kalimantan Timur tetap bertahan. Maka, pihaknya meminta agar bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang selama ini sering terjadi di Kabupaten Kutai Timur bisa diminimalisir.
“Provinsi Kaltim itu menjadi perhatian khusu dunia, karena keberhasilan dalam mengurangi gas emisi carbon. Jadi, saya minta kepada seluruh elemen terkait di Kabupaten Kutai Timur untuk membantu meminimalisir bencana Karhutla,” ujar dia.Kamis (24/11/2022).
Ardiansyah juga menerangkan, salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkewajiban untuk melakukan tindakan antisipasi bencana Karhutla ada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sehingga, ia meminta BPBD melakukan berbagai langkah upaya untuk mencegah dan meminimalisir bencana Karhutla.
Caranya, rutin melakukan pembinaan kepada masyarakat tentang cara membuka hutan agar tidak sampai terjadi kebakaran. Kemudian, mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kelestarian alam utamanya hutan.
“Jadi, OPD yang memang punya kewajiban untuk melakukan tindakan antisipasi pencegahan adalah dadi BPBD,” terang dia.
Sekedar diketahui, pada tahun 2022 ini wilayah Kabupaten Kutai Timur sering diguyur hujan, sehingga bencana Karhutla sangat minim terjadi.(Adv-Kominfo/N)
![]()












