KUTAI TIMUR – Beberapa tahun terakhir, publik di Kutim ramai-ramai mengangkat isu soal stunting. Wakil Ketua II DPRD Kutim, H. Arfan, pun turut aktif menggaungkan pencegahan stunting yang merupakan kondisi dimana penderita akan mengalami gangguan pertumbuhan.
Politisi NasDem ini juga memberikan sedikit penjelasan bahwa terkait stunting, selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk.
Hal inilah yang membuat dirinya dan juga anggota DPRD Kutim serta pemerintah daerah intens menggaungkan untuk mengeroyok dan memberantas stunting, yang dampaknya akan dirasakan oleh bangsa dan negara.
“Sebagai bangsa yang besar tentu kita semua berharap agar bangsa ini tidak terpuruk gara-gara persoalan stunting. Oleh karena itu, kami memberikan perhatian yang besar terkait masalah ini,” ujarnya.
Kutim sebagai penghasil batu bara dan juga pemilik perkebunan kelapa sawit terbesar, imbuhnya, tentunya optimis membawa generasi mudanya keluar dari persoalan stunting dengan menggalakkan berbagai kegiatan pencegahan dengan berkolaborasi dengan stakeholder terkait dan melibatkan semua pihak.
Ketua DPD Partai NasDem Kutim ini juga mengimbau agar masyarakat khususnya ibu hamil dan juga warga yang memiliki balita untuk rutin memeriksakan kandungan dan balita, baik ke dokter maupun posyandu terdekat sehingga stunting dapat lebih cepat di deteksi.
Selain itu dirinya juga menyarankan agar masyarakat memperhatikan pola tumbuh kembang anak serta memberikan nutrisi dan vitamin yang cukup.
“Lakukan imunisasi dasar dan juga perhatikan pola asupan nutrisi, menjaga generasi muda dari stunting adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu butuh peran aktif langsung masyarakat dan pihak terkait. Di DPRD kami akan mendukung upaya penegahan stunting yang dicanangkan oleh pemerintah daerah,” tutupnya.(Adv-DPRD/Q)
![]()












