KUTAI TIMUR – Memahami pentingnya peran Posyandu sebagai wahana pertama dan utama untuk meningkatkan edukasi dan pencegahan stunting, PT. Ganda Alam Makmur (GAM) dalam kurun waktu setahun terakhir terhitung sejak bulan Januari-Desember 2021 menggelontorkan anggaran senilai Rp 251.760.000 untuk Posyandu di 5 Desa yang berada di wilayah kerja perusahaan tambang tersebut.
Anggaran tersebut dikucurkan sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar terutama bayi, balita, ibu hamil dan menyusui terkait asupan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan dalam masa tumbuh kembang anak melalui Posyandu yang ada di tiap desa. Kegiatan ini juga merupakan wujud dukungan atas renstra pemerintah yang tertuang dalam Permendesa PDTT No 13 Tahun 2020 Pasal 6 ayat 2 poin C yang menyebutkan terkait pencegahan stunting di desa.
Hal ini diutarakan oleh GM Coorporate Communication PT. GAM, Heru Haryono Sunaryo, melalui Admin Manager, Herlando Sianipar saat dikonfirmasi oleh awak media terkait kegiatan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan di Tahun 2021, Senin (27/06/2022).
“Ada 5 desa yang berada di ring I dan II perusahaan yang menerima manfaat tersebut, yakni Desa Pengadan, Pengadan Baru, Sempayau, Kadungan Jaya dan Desa Baay. Dalam pelaksanaannya kami bekerjasama dengan Puskesmas setempat,” ujarnya.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan bahwa melalui program tersebut juga diharapkan penekanan terhadap adanya kasus stunting di masyarakat yang berada di wilayah tambang juga dapat ditekan dan diminimalisir dengan optimal, mengingat program tersebut juga dijalankan secara kontinue dan dibarengi dengan pemantauan secara langsung dan berkala kondisi bayi, balita, Bumil dan Busui di masing-masing desa oleh tenaga kesehatan setempat dengan dukungan yang diberikan oleh perusahaan.

Selain itu, imbuhnya, diharapkan melalui program tersebut peningkatan kesadaran masyarakat untuk datang ke posyandu juga mengalami peningkatan yang signifikan, sehingga edukasi dan pencegahan stunting yang dilaksanakan oleh nakes setempat dengan stimulan yang diberikan dapat berjalan maksimal.
“Dari kegiatan yang kami laksanakan tersebut hasil yang didapat dan terlihat di tahun ini adalah peningkatan kehadiran Bumil dan Busui di posyandu setempat dan juga penurunan kasus stunting di masyarakat,” tutupnya. (Q)
![]()












