KUTAI TIMUR – Realisasi investasi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ditargetkan menyumbang investasi sebesar Rp 8 Triliun dari target realisasi investasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sebesar Rp 54 Triliun. Kenaikan target investasi saat ini memang terbilang cukup tinggi dibandingkan tahun lalu, mengingat target investasi nasional yang juga turut meningkat.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMP PTSP) Kutim, Teguh Budi Santoso menjelaskan, capaian realisasi investasi di Kutim pada Triwulan I Januari-Maret 2022, tercatat lebih dari Rp 3 Triliun. Dimana realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kutim menduduki posisi pertama se-Kaltim.
“Dengan realisasi investasi lebih dari US$ 172 Juta atau lebih dari Rp 2,4 Triliun dengan jumlah 39 proyek,“ terang Teguh, Senin (20/6/2022).
Sedangkan untuk realisasi investasi Kutim dalam Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 667 Milyar dengan jumlah 272 proyek. Sedangkan untuk total penyerapan tenaga kerja PMDN dan PMA telah menyerap lebih dari 5.000 orang. Sektor Pertambangan dan Perkebunan Sawit masih menjadi sektor penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja.
“Di Kaltim, kita (Kutim) berada pada peringkat kedua setelah Balikpapan dan bersama-sama dengan Kabupaten dan Kota se-Kaltim kinerja investasi secara nasional berada pada posisi ke empat setelah DKI jakarta, Jawa Barat dan Jawa Timur,“ jelasnya.
Teguh yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dishub itu menambahkan, nilai realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2022 merupakan realisasi investasi langsung yang dilakukan selama 3 bulan periode laporan pada bulan Januari – Maret tahun 2022. Hal itu berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Kementerian Investasi/BKPM dari perusahaan PMA dan PMDN yang dihitung berdasarkan LKPM Online.
“Laporan tersebut di luar investasi sektor Hulu Migas, Perbankan, Lembaga Keuangan Non Bank, Asuransi, Industri Rumah Tangga Usaha Micro dan Usaha Kecil,“ pungkasnya.(Adv-Kominfo/Tj)
![]()












