SANGATTA, KASAKKUSUK.com – Rencana pembangunan asrama Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dianggarkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kutai Timur gagal direalisasikan tahun ini. Kegagalan tersebut disebabkan kendala waktu lelang yang mepet dan belum adanya kepastian lahan.
Kepala Bidang Pemukiman Dinas Perkim Kutai Timur, Mohammad Noor mengungkapkan anggaran untuk pembangunan asrama ASN tersebut akhirnya tidak jadi keluar karena permasalahan teknis.
“Enggak jadi keluar duitnya. Enggak jadi. Karena bicara waktu kan kalau lelang besar enggak mungkin,” ungkap Mohammad Noor kepada KASAKKUSUK.com di gedung DPRD Kutai Timur pada Senin, 24 November 2025.
Dia bilang program pembangunan asrama ASN ini sempat masuk dalam perencanaan sebagai salah satu proyek besar di Dinas Perkim tahun ini.
Namun karena membutuhkan waktu lelang yang panjang, sementara APBD Perubahan 2025 baru disahkan 29 September lalu, maka proyek tersebut dianggap tidak realistis untuk dilaksanakan.
Selain kendala waktu, kata dia. persoalan lahan juga menjadi penghambat. Dia menjelaskan pihaknya masih berharap ada lahan yang bisa segera ditetapkan untuk pembangunan asrama tersebut.
“Kalau kita berharap mudah-mudahan ada lahan yang bisa cepat. Insyaallah, harapan kami begitu,” tutur Mohammad Noor.
Mengenai kemungkinan realisasi tahun depan, Mohammad Noor menjawab dengan hati-hati. “Waulahuallam. Kita ‘kan menyampaikan sesuai RKPD yang kami sampaikan,” ujar Mohammad Noor.
Meski demikian, dia menekankan pentingnya percepatan pengesahan anggaran agar program besar seperti asrama ASN bisa terlaksana dengan baik.
“Mudah-mudahan, makanya saya sampaikan harapan kita lebih cepatlah pengesahan anggaran,” harap Mohammad Noor.
Gagalnya realisasi program asrama ASN ini menjadi contoh bagaimana keterlambatan pengesahan APBD berdampak pada pelaksanaan program pembangunan, terutama untuk proyek berskala besar yang membutuhkan waktu lelang dan persiapan lebih panjang.
Dengan tidak terealisasinya program ini, fokus Dinas Perkim tahun ini hanya pada program kecil dan menengah saja, seperti pembangunan jalan lingkungan di kawasan pemukiman beserta Prasarana, Sarana, dan Utilitas umum (PSU).
Adapun PSU dimaksud meliputi pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU), sarana tempat ibadah dan gapura tersebar di 18 kecamatan dengan total sekitar 4 ribuan lebih paket pekerjaan.
Dia berharap tahun depan proses perencanaan dan penganggaran bisa lebih cepat sehingga program strategis seperti asrama ASN dapat terlaksana tanpa hambatan waktu dan administrasi. (adv/ute)
![]()












