AdvertorialDiskominfo Kutai Timur

Warga Desa Kandolo Mayoritas Petani Sawit, Pendatang Tanam Buah dan Sayur 

TELUK PANDAN, KASAKKUSUK.com – Desa Kandolo berpenduduk sekitar 1.800 jiwa mayoritas berprofesi sebagai petani sawit. Sedangkan budidaya buah dan sayuran justru hanya dilakukan oleh warga pendatang yang menumpang di sejumlah kebun warga.

“Jumlah penduduk di sini kalau sudah mencapai sekitar 1.800 jiwa. Mereka rata-rata petani. Petani sawit,” ungkap Kepala Desa Kandolo, Alimuddin kepada KASAKKUSUK.com di ruang  kerjanya pada Kamis, 20 November 2025.

Alimuddin bilang budidaya tanaman hortikultura seperti buah dan sayuran masih sangat minoritas di desanya. Aktivitas pertanian ini umumnya dilakukan oleh pendatang yang menyewa atau menumpang lahan di kebun-kebun milik warga setempat.

“Ada tapi minoritas. Itu pun dilakukan oleh pendatang saja. Jadi numpang di kebun-kebun orang, semangka, sayur,” jelas Alimuddin juga Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kutai Timur itu.

Dia menilai dominasi sawit sebagai komoditas utama di Desa Kandolo tidak terlepas dari kondisi geografis dan kebijakan tata ruang. Dengan sebagian besar wilayah seluas 20 ribu hektare masuk dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) pilihan komoditas pertanian menjadi terbatas.

Meski demikian, dia bersyukur karena sawit sudah masuk dan berkembang di desanya sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tergolong miskin ekstrim. Hampir semua rumah di Desa Kandolo memiliki kendaraan bermotor atau mobil.

“Saya bersyukur itu tadi. Warga kita ini tetap tidak ada miskin ekstrem. Karena sawit sudah masuk. Meskipun dilarang menanam di kawasan hutan, kita enggak bisa menutup mata bahwa ada saja kebun di kawasan hutan,” beber Alimuddin.

Potensi perkebunan sawit yang ada saat ini di Desa Kandolo mencapai sekitar 12 ribu hektare. Namun secara kasat mata, kebun sawit seperti di daerah lain tidak mudah ditemukan karena sebagian berada di dalam kawasan hutan.

“Kalau yang ada sekarang itu kurang lebih 12 ribu hektare. Tapi kalau kita mau lihat secara kasat mata seperti kebun sawit itu tidak ditemukan. Karena dia di hutan. Sebagian di hutan, sebagian dia di pemukiman tapi kawasan hutan,” tutur Alimuddin.

Desa Kandolo memiliki delapan Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di empat dusun. Dengan jumlah penduduk 1.800 jiwa, artinya rata-rata setiap RT memiliki sekitar 225 jiwa atau sekitar 45-60 Kepala Keluarga.

Selain sawit, komoditas unggulan lain yang menjadi kebanggaan Desa Kandolo adalah Aren Genja yang sudah berkembang sejak lama. Aren Genja dipilih karena merupakan tanaman hutan yang diperbolehkan ditanam di kawasan konservasi tanpa merusak hutan.

Alimuddin berharap ke depan ada diversifikasi pertanian di desanya, tidak hanya bergantung pada sawit. Namun hal ini memerlukan kepastian tata ruang dan kawasan yang jelas agar petani bisa menanam komoditas lain tanpa khawatir melanggar aturan kawasan konservasi. “Kita perlu kepastian kawasan dulu, baru bisa bicara diversifikasi komoditas pertanian,” harap Alimuddin. (adv/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: