ANCALONG, KASAKKUSUK.com – Camat Muara Ancalong, Harun Al Rasyid mengemukakan sebanyak delapan korporasi di wilayahnya “keroyokan” membangun kerja sama memperbaiki jalan di Desa Kelinjau Ulu yang kerap terendam air ketika hujan deras atau sungai Kelinjau meluap.
Perbaikan jalan berupa penimbunan sepanjang 2,5 km di Desa Kelinjau Ulu. “Penimbunan dilakukan atas inisiatif kami sebagaimana diinstruksikan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi,” kata Camat Muara Ancalong, Harun Al Rasyid kepada KASAKKUSUK.com pada Kamis, 20 November 2025.
Dia menjelaskan setiap kali hujan deras melanda wilayah itu maka dipastikan menggenangi jalan tersebut sehingga menggangu aktivitas warga.
“Kondisi jalan di Desa Kelinjau Ulu itu kalau air naik atau banjir, maka jalanannya tertutup dan tak bisa dilewati. Hal ini tentu sangat menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Anak-anak kesulitan pergi ke sekolah, warga yang sakit tidak bisa segera dibawa ke Puskesmas, dan distribusi barang kebutuhan pokok terganggu,” ucap Harun.
Karena itu, pihaknya berinisiatif menindaklanjuti instruksi pimpinannya Bupati untuk menimbun jalan tersebut. Dia berharap dengan adanya penimbunan jalan tersebut menjadi solusi atas permasalahan banjir yang kerap melanda ruas jalan dari Kilo 1 sampai Kilo 4 di Desa Kelinjau Ulu. Terutama saat musim hujan atau air sungai meluap.
Harun menyebutkan, delapan perusahaan yang beroperasi di wilayah Muara Ancalong telah menyokong program penimbunan jalan tersebut. Mereka menyediakan material timbunan, alat berat, dan tenaga kerja secara sukarela.
Kedelapan perusahaan yang terlibat dalam program ini adalah PT. TPA, PT. BTPCS, PT. Triple S, PT. CDM, PT. BTKMS, PT. BTSAS, PT. PBA, dan PT Info Tani. Dia menilai sinergitas antara pemerintah kecamatan dengan korporasi jadi contoh kemitraan yang baik dan saling menguntungkan.
Karena itu, Camat Muara Ancalong, Harun mengapresiasi tinggi dukungan dari kedelapan perusahaan yang telah membantu program penimbunan jalan ini. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta seperti ini perlu terus dikembangkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah.
Kata dia, dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan ini tentu sangat membantu, mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Dengan bantuan alat berat dan material dari perusahaan, pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien.
Dia menceritakan, sebelum penimbunan dilakukan, kondisi jalan yang terendam banjir sangat menyulitkan warga. Ketika air sungai meluap, jalan tertutup air sehingga kendaraan bermotor tidak bisa melintas melewati jalur tersebut.
“Kalau banjir, masyarakat biasanya melewati jalan itu pakai ketinting atau pun perahu kecil. Jadi kita berharap setelah jalannya sudah ditimbun maka sekalipun air naik tapi jalanannya tak tergenang lagi. Sehingga tidak mengganggu aktivitas warga,” ungkap Harun.
Meski telah berhasil menimbun 2,5 kilometer, kata dia, masih ada tersisa sekitar 1,5 kilometer lagi jalanan yang belum ditimbun untuk mencapai target 4 kilometer.
“Sebenarnya ada sekitar 4 kilometer yang harusnya ditimbun. Jadi tinggal masih ada sekitar 1,5 kilometer lagi yang belum,” ungkapnya.
Meski demikian, dia juga mengaku penimbunan jalan sempat terhenti akibat terkendala cuaca karena hujan. Akhirnya, kata dia, kegiatan pun dihentikan sementara dan semua alat berat ditarik lagi perusahaan. “Alat berat dari perusahaan ditarik kembali untuk menghindari kerusakan dan keselamatan pekerja,” tutur Harun.
Selain itu, dia menyebutkan karakteristik wilayah Muara Ancalong yang datar merupakan daerah basah membuat masalah banjir menjadi tantangan tersendiri. Wilayah ini termasuk dalam kawasan lahan basah Mesangat Sui yang memiliki ekosistem unik.
Kondisi geografis ini membuat pembangunan infrastruktur memerlukan pendekatan khusus. Penimbunan jalan harus dilakukan dengan ketinggian yang cukup agar tidak tergenang saat air pasang atau musim hujan.
Meski terkendala cuaca, Harun berkomitmen akan segera melanjutkan penimbunan sisa 1,5 kilometer lagi begitu kondisi memungkinkan. Ia akan kembali berkoordinasi dengan delapan perusahaan itu untuk menyelesaikan pekerjaan ini.
“Alhamdulillah sudah semua target kayak penimbunan tadi sudah selesai semua. Kita mungkin cuman kita tinggal nunggu mau kita lanjutkan kemarin terkendala cuaca ini,” harapnya. (adv/ute)
![]()












