AdvertorialDiskominfo Kutai Timur

Meski Dibatasi, Disdikbud Kutai Timur Tetap Gelar Bimtek Guru 

SANGATTA, KASAKKUSUK.com –Instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai pembatasan kegiatan seremonial dituangkan dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025, memberikan arahan tegas untuk efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD pada tahun anggaran 2025. Instruksi ini melarang pelaksanaan kegiatan seperti Bimtek, studi banding, seminar, dan focus group discussion (FGD) yang dianggap tidak mendesak.

Meski demikian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur akan tetap melaksanakan Bimtek bagi para guru.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Kutai Timur, Abbas Husaini kepada KASAKKUSUK.com pada Jumat, 14 November 2025.

Dia bilang, alasan pihaknya tetap menggelar Bimtek sebagai upaya pengembangan kompetensi dan kualitas sumberdaya manusia di sektor pendidikan. Selain itu, Disdikbud Kutai Timur berupa memastikan sejumlah program pengembangan kompetensi guru tetap berjalan sesuai kebutuhan dan prioritas sektor pendidikan.

“Bimtek tetap menjadi kewajiban bagi para guru, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan di Kutai Timur. Guru berhak mendapatkan pembinaan kompetensi. Jadi harus ada pengembangan ilmu” tutut Abbas.

Dia menilai kebijakan pembatasan Bimtek dari pemerintah pusat hanya berlaku untuk perangkat daerah yang kegiatannya lebih banyak terkait proyek fisik, seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Kalau PU mengadakan Bimtek maka itu tidak relevan. Karena pekerjaan mereka bersifat fisik. Tapi di bidang pendidikan, Bimtek itu wajib, karena kita fokus pada penguatan sumberdaya manusia guru,” tegas Abbas.

Karena itu, pihaknya menargetkan pelaksanaan Bimtek pada pertengahan November ini bakal melibatkan guru PAUD, SD, SMP, dan guru inklusi. “Peserta Bimtek untuk pendidikan inklusi disesuaikan dengan jumlah siswa berkebutuhan khusus di setiap sekolah,” papar Abbas.

Dia menyebutkan meski ada instruksi pembatasan dari pemerintah pusat terkait kegiatan Bimtek, maka Disdikbud Kutai Timur tetap berkomitmen menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Meskipun ada kebijakan pembatasan, kami tetap berkomitmen menggelar Bimtek sebagai bagian dari pengembangan kualitas pendidikan di Kutai Timur,” tegasnya. (adv/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: