Politika

Jika Dipilih Kasmidi, Lulu Kinsu Siap “Gendong” Parpol Bangun Koalisi Golkar

PENGUSAHA muda Lulu Kinsu siap maju sebagai bakal calon wakil bupati Kutai Timur 2024. Keseriusannya maju di Pilkada tak diragukan. Buktinya, di tengah kesibukannya menjalankan berbagai bisnisnya masih menyempatkan waktu bertemu sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan partai politik.

Terakhir, dia bertemu Ketua DPD Partai Golkar Kutai Timur, Kasmidi Bulang sebelum bertolak ke Tanah  Suci Mekkah pada 7 Juni 2024. Bahkan pertemuannya dengan Kasmidi Bulang terbilang intens dalam beberapa pekan terakhir ini.

Lantas apa yang mereka bahas?

Berikut hasil wawancara KASAK-KUSUK.COM dengan Ketua Tim Relawan Lulu Kinsu, Asbudi dikemas dalam bentuk Opinion News.

Asbudi mengaku Lulu Kinsu sempat menemui Kasmidi di rumah pribadinya di kawasan Patung Burung, Sangatta pada 2 Juni 2024. Kemudian pertemuan berlanjut saat keduanya menghadiri sebuah acara pengantin anak seorang tokoh masyarakat di Sangatta pada 5 Juni 2024.

Dia membocorkan isi pertemuan dua tokoh publik tersebut. Menurutnya, pertemuan silaturrahmi itu membahas seputar kondisi Kutai Timur terkini. Demikian pula mengenai gagasan dalam memajukan Kutai Timur ke depannya.

“Saya melihat ada kesamaan visi dan misi dalam membangun Kutai Timur ke depan. Yang jelas, jika dipilih jadi bakal calon wakilnya Pak Kasmidi Bulang, maka beliau tentu komitmen ‘menggendong’ parpol untuk berkoalisi dengan Partai Golkar. Kursi Golkar 7, tinggal 1 kursi lagi. Karena syarat mengusung pasangan calon harus 8 kursi,” ulas Asbudi pada Jumat, 14 Juni 2024.

Tak hanya itu, lanjut dia, bos minyak kelahiran Bone, 1 Januari 1981 itu juga siap menggelontorkan biaya dalam menggerakkan “mesin politik” hingga ke akar rumput. Sebab biaya sosialisasi di 18 kecamatan dan 141 desa di Kutai Timur tentu bakal memakan ongkos tak sedikit.

“Kita tidak bicara ongkos politik itu dalam bentuk money politics. Karena itu melanggar aturan. Tapi ongkos politik yang kita maksudkan itu biaya digunakan selama menggelar pertemuan dengan kelompok masyarakat yang dikemas sosialisasi. Termasuk membuat alat peraga sosialisasi berikut suvenirnya. Kita juga realistis kok melihat perkembangan demokrasi saat ini,” ucapnya.

Kekuatan Lulu Kinsu tak hanya diukur dari sisi finansial. Tapi juga dia telah memiliki banyak pengalaman saat ikut bertarung mendampingi Calon Bupati Kutai Timur, Mahyunadi di Pilkada Kutai Timur 2020 lalu.

“Meski kalah di Pilkada sebagai bakal calon wakil bupati mendampingi Mahyunadi saat itu tapi beliau justru banyak belajar di situ. Ya, pengalaman politiknya sudah cukup-lah,” ujarnya.

Namun informasi dihimpun media ini, Lulu Kinsu dikenal saudagar ulung. Meski usianya masih 43 tahun tapi sudah memiliki gurita bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai lokasi.

Tak tanggung-tanggung, dia sukses mengembangkan bisnisnya hingga memiliki sembilan unit SPBU. Di antaranya, lima di Kutai Timur, dua unit di Bontang, satu unit di Kenari jalan poros Bontang-Samarinda dan satu lagi di Balikpapan dekat bandara.

Jejaknya di Pilkada 2020

SOSOK  Lulu Kinsu memang tak asing lagi di kancah politik lokal. Dia memiliki jejak pernah ikut kontestasi sebagai calon wakil bupati mendampingi Mahyunadi di Pilkada Kutai Timur 2020, namun kalah dari pesaingnya.

Pasangan Ardiansyah-Kasmidi Bulang yang diusung Partai Demokrat, PKS dan Partai Berkarya ditambah partai pendukung Perindo dan PSI dinyatakan menjadi pemenang setelah meraih 71.797 suara atau 47,19 persen.

Sedangkan pasangan Mahyunadi-Lulu Kinsu yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Golkar, PKB, dan Partai Nasdem berada di urutan kedua karena hanya meraih 55.050 suara atau 36,18 persen.

Kemudian pasangan Awang Ferdian-Uce Prasetyo yang diusung PPP berada di urutan terakhir hanya meraup 25.289 suara atau 16,62 persen.

Syarat Pengusulan Pasangan Calon

JIKA maju di Pilkada Kutai Timur 2024 melalui partai politik maka pasangan calon harus mendapat dukungan minimal 20 persen dari 40 kursi DPRD Kutai Timur atau 8 kursi.

Hal ini merujuk Pasal 40 ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota yang kemudian sering disebut UU Pilkada.

Sesuai hasil perolehan suara Pemilu 2024, maka komposisi total perolehan suara sah caleg dan parpolnya di DPRD Kutai Timur sebanyak 211.826 suara lalu dikonversi menjadi 40 kursi. Simak daftar perolehan suara dan kursi parpol di parlemen sebagai berikut:

1. PKS (37.310 suara atau 7 kursi);

2. Golkar (36.460 suara atau 7 kursi;

3. Nasdem (26.271 suara atau 6 kursi);

4. Demokrat (25.543 suara atau 6 kursi);

5. PPP (28.166 suara atau 4 kursi);

6. Gerindra (15.754 suara atau 3 kursi);

7. PDIP (15.164 suara atau 3 kursi);

8. PAN (9.981 suara atau 2 kursi)

9. Perindo (11.760 suara atau 1 kursi);

10. Gelora (5.417 suara atau 1 kursi).

 

PENULIS| Editor : Sayuti Ibrahim

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: