Politika

Miliki Aset Rp8 M, Arfan Daftar Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati di Partai Demokrat Kutai Timur

SANGATTA, KASAK-KUSUK.COM – Ketua DPD Partai Nasdem Kutai Timur Arfan mengaku memiliki aset senilai Rp8 miliar sebagaimana dituangkan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang disampaikannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu dilontarkan Arfan saat menjawab pertanyaan wartawan usai mengambil formulir pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati Kutai Timur di sekretariat DPC Partai Demokrat Kutai Timur di Jalan Diponegoro, Sangatta sekitar Pukul 09.12 WITA, Senin, 22 April 2024.

Kedatangan Arfan bersama rombongan disambut Ketua DPC Partai Demokrat Kutai Timur Ordiansyah, sekretaris Zainul Arifin, bendahara Ahlang Edi dan Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon DPC Partai Demokrat Kutai Timur Habibi.

“Mohon izin memang ada beberapa peningkatan (aset) tapi bukan bersumber dari APBD. Memang kita ada perusahaan sehingga Alhamdulillah nanti kita lihat karena saya belum menerima LHKPN terakhir. Tapi yang terakhir saya laporkan Rp8 miliar. Tapi mungkin tahun ini ada peningkatan (aset) karena ada dua perusahaan saya,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Arfan juga menegaskan dirinya mendaftar untuk diusung Partai Demokrat. Karena sebelumnya ia telah menjalin komunikasi dengan Ketua DPD Partai Demokrat Kaltim Irwan Fecho.

“Irwan sudah berkomunikasi dengan baik. Dia siap menghibahkan dirinya untuk Kutai Timur lebih baik. Yang jelas kami hadir dengan niat baik ingin berkoalisi dengan Partai Demokrat,” kata politikus kelahiran 29 Agustus 1974 di Desa Kasoloang, Kecamatan Bambaira Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat.

Dia menambahkan kedatangannya ke Partai Demokrat untuk mengambil dua jenis formulir pendaftaran yakni mendaftar sebagai bakal calon bupati sekaligus bakal calon wakil bupati.

“Kita ambil formulir dua, Cabup dan Cawabup. Mudah-mudahan Partai Demokrat mau usung kita. Jadi pas 12 kursi (Demokrat dan Partai Nasdem masing-masing 6 kursi di DPRD Kutai Timur hasil Pemilu 2024). Salam dengan Irwan. Beliau luar biasa. Anak muda bisa tembus DPR RI. Kita akan kembalikan formulir pendaftaran ini lebih cepat lebih baik,” ujarnya.

Arfan mulai terjun ke dunia politik dengan menjadi Caleg Partai Pelopor pada Pemilu 2004 namun langkahnya gagal lantaran tak meraih kursi di DPRD Kutai Timur. Nanti pada Pemilu 2014, Arfan lolos menjadi anggota parlemen berkantor di Bukit Pelangi melalui Partai Nasdem.

Kemudian Arfan kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kutai Timur periode 2019-2024. Bahkan pada Pemilu 2024, Arfan memilih bertarung menjadi Caleg DPRD Kaltim melalui Partai Nasdem di daerah pemilihan Kaltim 6 meliputi Bontang, Kutai Timur dan Berau dengan alokasi 12 kursi. Dia terpilih dengan meraih 12.216 suara.

Adapun jumlah akumulasi suara caleg dan Partai Nasdem di daerah pemilihan tersebut sebanyak 35.428 jika dikonversi 1 kursi di DPRD Kaltim.

Berdasarkan hasil Pemilu 2024 untuk pengisian kursi di DPRD Kutai Timur, jumlah akumulasi suara caleg dan Partai Nasdem sebanyak 26.271 kemudian dikonversi 6 kursi.

Sedangkan Ketua DPC Partai Demokrat Kutai Timur Ordiansyah mengungkapkan saat ini sudah ada empat figur publik mengambil formulir yakni Ketua DPC PDI Perjuangan Agiel Suwarno, Ketua DPC PKB Kutai Timur Sobirin Bagus, politikus PPP Hepnie Armansyah dan terakhir Ketua DPD Partai Nasdem Kutai Timur Arfan.

Tak hanya itu pihaknya masih menunggu figur publik lainnya untuk mendaftar. Sebab masa pendaftaran penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di DPC Partai Demokrat Kutai Timur ditutup hingga 30 April 2024.

“Kami juga menjalin komunikasi dengan Pak Ardiansyah Sulaiman dan PKS dalam bentuk silaturahmi saat masih bulan Ramadan,” paparnya.

Mengenai jumlah ongkos politik disiapkan Partai Demokrat menghadapi kontestasi Pilkada Kutai Timur, menurut Ordiansyah, hal itu tak akan disebutkan nominalnya.

“Ongkos politik bagian dari strategi, bagaimana cara kita berjuang. Karena kita di Partai Demokrat ini adalah anti-money politics (politik uang). Jadi kita tak akan beli suara rakyat. Karena itu kita fokus membangun simpul di masyarakat,” paparnya. (ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: