MANTAN Gubernur Kaltim Isran Noor bakal kembali bertarung di Pilkada Kaltim pada 27 November 2024 dengan menggandeng mantan Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi.
Hal ini disampaikan Sekretaris DPW Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Kaltim Sarwono kepada wartawan di Warkop Naik Kelas, Sangatta, belum lama ini.
Meski majunya Isran-Hadi dalam kontestasi Pilkada Kaltim kali ini belum diketahui apakah lewat partai politik atau jalur perseorangan, namun yang pasti proses politik itu selalu berjalan dinamis.
Pasangan Isran-Hadi sebelumnya dinyatakan pemenang Pilkada Kaltim yang dihelat pada 27 Juni 2018. Isran-Hadi yang diusung Gerindra, PKS dan PAN itu berhasil mengantongi 417.711 suara atau 31,33 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kaltim 2.378.411 jiwa.
Pasangan ini mengalahkan duet Rusmadi-Safaruddin dengan 324.224 suara, disusul Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat dengan 302.987 suara, dan Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi dengan 228.166 suara.
Tak hanya itu, Hadi Mulyadi juga sempat “tes elektabilitas” dengan menjadi caleg DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Kaltim lewat Partai Gelora pada Pemilu 2024.
Hasilnya, Hadi meraih 39.389 suara. Adapun suara total partainya 6.882. Sedangkan total suara partai dan caleg Partai Gelora mencapai 56.308 suara.
Lantas, siapa saja figur dianggap sebagai penantang kuat untuk melawan Isran-Hadi di Pilkada Kaltim? Berikut ini KASAK-KUSUK.COM merangkum sejumlah politikus Kaltim memiliki peluang maju jadi calon gubernur maupun calon wakil gubernur Kaltim
1. Mahyuddin adalah mantan Bupati Kutai Timur periode 2003-2005. Sebelumnya, dia pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Kutai Timur 2000-2001, Wakil Bupati Kutai Timur 2001-2003, dan anggota DPR RI periode 2009-2014 lewat Partai Golkar.
Pada kontestasi Pemilu 2019, Mahyuddin memutuskan jadi calon perseorangan. Dia kemudian terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Kaltim dengan meraup 147.483 suara, kemudian dipercaya menjabat Wakil Ketua MPR periode 2014-2019.
Lalu Mahyuddin bergabung di Partai Perindo pada 28 Agustus 2022. Dia kemudian menjabat sebagai ketua dewan pertimbangan DPP Partai Perindo.
2. Rudy Mas’ud saat ini menjabat ketua DPD Partai Golkar Kaltim. Dia juga menjabat anggota DPR RI Dapil Kaltim hasil Pemilu 2019 dengan perolehan 128.910 suara. Pada Pemilu 2024, Rudy menjadi peraih suara terbanyak pertama calon DPR RI Dapil Kaltim dengan perolehan 168.818 suara.
Dia sebelumnya sebagai seorang pengusaha sukses di Kaltim dengan sejumlah jabatan disandangnya antara lain; executive chairman PT Barokah Bersaudara Perkasa (2000–2018); direktur utama PT Barokah Bersaudara Perkasa (2007–2013) dan direktur utama PT Barokah Gemilang Perkasa (2008–2018).
Dia juga komisaris PT Istana Gemilang Perkasa (2010–2018); komisaris PT Mashud Bersaudara Internasional (2013–2018); komisaris PT Cakra Buanamas Utama (2014–2015); komisaris PT Barokah Agro Perkasa (2014–2018); dan komisaris PT Eissu Prima Usaha (2015–2018).
3. Andi Harun, ketua DPD Partai Gerindra Kaltim. Saat ini dia menjabat walikota Samarinda periode 2020-2025 berpasangan Rusmadi Wongso sebagai wakilnya. Hasil Pilkada Samarinda 2020, Andi Harun-Rusmadi meraih 102.592 suara dari jumlah DPT 576.981 pemilih.
Andi Harun juga sebelumnya menjabat Anggota DPRD Kaltim tiga periode yakni 1999-2004, 2004-2009, dan 2009-2014. Peluang Andi Harun untuk bertarung di Pilkada Kaltim sebenarnya terbuka lebar namun dia lebih memilih akan kembali maju di Pilkada Samarinda pada 2024.
4. Budisatrio Djiwandono, saat ini menjabat sebagai anggota DPR-RI Dapil Kaltim setelah lolos mengikuti Pemilu 2019 dengan meraih 71.207 suara.
Politikus kelahiran Jakarta ini menjabat wakil ketua umum DPP Partai Gerindra. Pada Pemilu 2024, dia kembali lolos ke Senayan dengan modal 131.558 suara.
Budi adalah pendulang suara terbanyak ketiga setelah dua caleg dari Partai Golkar yakni Rudy Mas’ud dan Hetifah Sjaifudian yang masing-masing memperoleh 168.818 dan 146.023 suara.
Keponakan Prabowo Subianto ini mulai terjun ke politik saat menjadi caleg DPR RI Dapil Kaltim pada Pemilu 2014. Namun kala itu ia gagal masuk Senayan lantaran hanya meraih 31.846 suara.
Dia menjadi caleg peraih suara terbanyak kedua di partainya setelah Luther Kombong yang memiliki 84.001 suara. Kemudian pada 24 Agustus 2017 dia dilantik menjadi anggota DPR RI melalui proses pergantian antarwaktu (PAW).
Dia menggantikan Luther Kombong yang meninggal dunia pada 9 Juni 2017 setelah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit Singapura akibat penyakit jantung. (ute)
![]()












