DaerahKorporasiNusantara

Proyek Revamping Pabrik Amoniak Pupuk Kaltim Resmi Dioperasikan

BONTANG, KASAKKUSUK.com – Proyek revamping atau peremajaan Pabrik Amoniak Kaltim 2 milik PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Kota Bontang resmi dioperasikan pada Kamis, 28 Januari 2026.

Peresmian dihadiri Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud bersama sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan BUMN.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto; Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman; Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo; Ketua BAKN DPR RI, Andreas Eddy Susetyo; Wakil Menteri Pertanian yang juga Komisaris Utama Pupuk Indonesia Sudaryono; Managing Director of Business 2 Danantara Asset Management, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmat Pribadi, serta Direktur Utama PKT Gusrizal.

Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa pabrik PKT yang diresmikan Presiden Soeharto pada 29 Oktober 1984 itu merupakan produsen pupuk urea dan NPK terbesar di Asia Tenggara, sekaligus produsen pupuk strategis nasional yang memberi nilai tambah besar bagi daerah dan negara.

Dia menyebutkan, revamping pabrik amoniak tidak sekadar mengganti mesin yang telah berusia tua, tapi juga bertujuan meningkatkan keandalan pasokan pupuk nasional serta memastikan pemenuhan kebutuhan pupuk di Kaltim dan wilayah lain di Indonesia.

“Revitalisasi ini juga meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan emisi, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tutur politikus Partai Golkar ini.

Dalam konteks ketahanan pangan, Gubernur Rudy mengibaratkan pabrik pupuk sebagai dapur nasional yang harus modern, aman, bersih, dan efisien. Ia menegaskan BUMN dituntut terus berinvestasi demi masa depan pangan Indonesia yang lebih mandiri.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyatakan revamping pabrik amoniak PKT mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong transformasi industri hijau.

Proyek ini, kata dia, mampu menurunkan konsumsi energi serta menekan emisi hingga 110 ribu ton CO₂ ekuivalen per tahun melalui penghematan gas alam.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan revitalisasi industri pupuk menjadi langkah strategis untuk menekan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen untuk urea dan NPK, dengan tambahan volume pupuk bersubsidi mencapai 700 ribu ton.

“Kami juga akan membangun tujuh pabrik pupuk baru, dan lima di antaranya ditargetkan diresmikan sebelum 2029,” ucap Mentan.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene, penandatanganan prasasti, serta penandatanganan komitmen dukungan ketahanan pangan nasional oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, Kapolri, dan Gubernur Kaltim.

Acara ini juga dihadiri Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji; Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro; Kajati Kaltim, Supardi; Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul; Sultan Kutai Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, serta Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (bt/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: