SANGATTA, KASAKKUSUK.com -Kutai Timur masih memiliki sekitar 700 guru honor yang tersebar di 18 kecamatan. Meski belum masuk dalam formasi ASN pusat, namun pemerintah daerah Kutai Timur tetap memberikan tunjangan kinerja sebagai bentuk perhatian dalam peningkatan kesejahteraan mereka.
Selain itu, guru honor juga mendapat Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Selain BOSP dari kementerian, tenaga honor masih kita intervensi kesejahteraannya melalui tunjangan kinerja daerah,” ucap Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur, Irma Yuwinda kepada KASAKKUSUK.com usai menghadiri upacara peringatan Hari Guru Nasional di lapangan kantor Bupati Kutai Timur di Sangatta pada Selasa, 25 November 2025.
Dia menjelaskan tunjangan kinerja guru disesuaikan jarak wilayah penempatan tugas mengajarnya. Dia mencontohkan guru di kecamatan terdekat seperti Sangatta Utara, tunjangan guru honor berkisar antara Rp1,8 juta hingga Rp1,85 juta.
Sedangkan guru honor bertugas di kecamatan terjauh seperti Busang dan Sandaran, kata dia, tunjangannya mencapai Rp2 juta ke atas. “Guru swasta juga termasuk penerima tunjangan melalui mekanisme penilaian kinerja,” ungkap Irma Yuwinda.
Tak cuma tunjangan kinerja, pihak Disdikbud Kutai Timur juga program pelatihan guru dan beasiswa, termasuk untuk hafiz dan hafizah. Program ini mendukung 50 prioritas program unggulan Bupati Kutai Timur, dengan 20 persen intervensi langsung dari Disdikbud.
“Semua program pelatihan diterapkan karena kita menunjang 50 program prioritas Bupati. Sepuluh di antaranya langsung diintervensi oleh Disdikbud,” jelas Irma Yuwinda.
Dia berharap agar program ini dapat meningkatkan kemampuan guru secara menyeluruh, termasuk dalam hal literasi digital dan penerapan metode pembelajaran inovatif.
Sementara itu, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman mengatakan pemerintah pusat memperluas program peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru mulai 2025 hingga 2026.
Dia menyebutkan program peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru dimaksud dalam bentuk pemberian beasiswa pendidikan, pelatihan profesi, serta kenaikan tunjangan.
“Pemerintah pusat memberikan beasiswa Rp3 juta per semester bagi 12.500 guru yang belum berpendidikan D-IV/S-1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau pada 2025,” ucap Ardiansyah Sulaiman saat membacakan Pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam upacara memperingati Hari Guru Nasional berlangsung di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur pada Selasa, 25 November 2025.
Selain itu, kata Ardiansyah, pemerintah pusat juga menyediakan beragam pelatihan seperti pendidikan profesi guru, peningkatan kompetensi konseling, pembelajaran mendalam, koding dan kecerdasan artifisial, hingga kepemimpinan sekolah.
“Untuk kesejahteraan, pemerintah menetapkan tunjangan sertifikasi Rp2 juta per bulan bagi guru non-ASN. Sedangkan guru ASN menerima tunjangan setara satu kali gaji pokok. Guru honor juga memperoleh insentif Rp300 ribu per bulan. Semua tunjangan dan insentif ditransfer langsung ke rekening guru,”ucap Ardiansyah Sulaiman. (adv/ute)
![]()












