TELUK PANDAN, KASAKKUSUK.com – Desa Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur hingga kini belum memiliki fasilitas pendidikan setingkat SMP dan SMA. Desa seluas 12.086,83 hektare berpenduduk 2.700 jiwa tersebut hanya memiliki TK dan SD.
“Kalau SD kita punya dua. Ada di daerah Sidrap satu yang baru juga tahun ini jadi negeri. Kemudian di sebelah kantor ini yang bangunan dua tingkat itu juga SD. Sedangkan TK ada di belakang kantor,” ujar Sutrisno kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Kamis, 20 November 2025.
Untuk tingkat pendidikan menengah, kata dia, warga Desa Martadinata harus bersekolah ke desa atau kota lain. Siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang SMA harus pergi ke Teluk Pandan. “SMA di Teluk Pandan. Kalau SMKS Kutim Cemerlang,” tambahnya.
Dia menjelaskan SMKS Kutim Cemerlang berlokasi di Jalan poros simpang tiga Bontang-Sangatta. Sekolah itu merupakan fasilitas pendidikan terdekat dari Desa Martadinata.
Dikemukakan pula keterbatasan fasilitas pendidikan ini tentu menjadi beban tersendiri bagi warga, terutama terkait biaya transportasi dan waktu tempuh pelajar setiap hari saat bersekolah.
Dia menilai jarak yang cukup jauh juga berpotensi mengurangi motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Meskipun demikian, untuk pendidikan dasar, Desa Martadinata cukup terlayani dengan baik. Bahkan tahun ini ada satu SD yang baru berstatus negeri di kawasan Kampung Sidrap, yang menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan. “Yang di Sidrap itu baru tahun ini jadi negeri,” kata Sutrisno.
Selain sekolah, Desa Martadinata juga memiliki perpustakaan yang terletak di kompleks perkantoran desa. Fasilitas ini menjadi salah satu pendukung kegiatan literasi dan pembelajaran bagi masyarakat, khususnya siswa sekolah dasar.
Area kantor desa yang juga menjadi pusat pendidikan dengan keberadaan TK dan SD membuat kawasan tersebut cukup ramai, terutama pada pagi dan sore hari saat jam antar-jemput sekolah.
“Terus terang di sini terpusat perkantorannya. Ada TK, Perpustakaan, SD. Jadi tiap pagi dan sore ramai ibu-ibu antar jemput anak-anak sekolah,” ungkap Sutrisno seraya menunjukkan arah fasilitas belajar siswa.
Untuk fasilitas kesehatan, kata dia, warga Desa Martadinata dilayani oleh Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di desa. “Fasilitas kesehatan, kita ada Pustu di Desa Martadinata,” ujar Sutrisno.
Namun untuk pelayanan kesehatan yang lebih lengkap, warga harus ke Puskesmas Teluk Pandan. “Puskesmasnya di Teluk Pandan, berobat ke sana. Kalau yang sifatnya urgen ya langsung ke rumah sakit di Bontang,” jelasnya.
Sutrisno berharap ke depan dapat dibangun fasilitas pendidikan menengah di desanya agar warga tidak perlu jauh-jauh bersekolah dan dapat menekan biaya pendidikan. (adv/ute)
![]()












