ANCALONG, KASAKKUSUK.com – Puskesmas Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur telah meningkatkan daya listrik pada Oktober 2024 setelah sebelumnya kerap mengalami gangguan saat mengoperasikan peralatan medis.
Namun, fasilitas pelayanan kesehatan tersebut kini menghadapi kendala baru yakni minimnya unit Air Conditioner (AC) atau alat penyejuk ruangan terutama di ruang rawat inap dan ruang praktik dokter.
Camat Muara Ancalong, Harun Al Rasyid, memastikan bahwa peningkatan daya listrik telah rampung melalui koordinasi dengan PLN. Dia menyebut realisasi tersebut sangat penting untuk memperbaiki operasional Puskesmas yang selama ini terganggu. “Alhamdulillah tahun ini sudah realisasi bulan lalu. Untuk peningkatan daya di listrik di Puskesmas sudah terealisasi,” kata Harun Al Rasyid kepada KASAKKUSUK.com pada Kamis, 20 November 2025.
Dia mengungkapkan sebelum peningkatan daya listrik, Puskesmas kerap mengalami putus arus mendadak. Hal itu disebabkan turunnya sakelar pada Miniature Circuit Breaker (MCB) secara otomatis ketika AC dinyalakan bersamaan dengan alat medis.
Kondisi ini, kata dia, tentu menghambat pelayanan medis dan membuat sejumlah ruangan tidak dapat beroperasi optimal. “Kendalanya sebelumnya karena dayanya listriknya kurang. Pas hidupin mesin kayak alat-alat medis itu, AC jeglek enggak kuat,” beber Harun Al Rasyid.
Setelah daya listrik meningkat, lanjut dia, Puskesmas dapat menjalankan peralatan medis secara bersamaan tanpa risiko pemadaman. Namun, jumlah AC yang terbatas masih menjadi masalah utama. Dia menilai kebutuhan AC mendesak untuk kenyamanan pasien dan tenaga medis. “Masalahnya sekarang kendala AC. Mudah-mudahan tahun depan bisa dianggarkan dari Dinas Kesehatan maupun Pemkab Kutai Timur,” harap Harun.
Dia bikang kekurangan AC paling terasa di ruang rawat inap. Kondisi ruangan yang panas membuat pelayanan tak maksimal, terutama bagi pasien yang membutuhkan kenyamanan suhu ruangan untuk mempercepat proses pemulihan. “Di ruang rawat inap apa segala kadang enggak ada AC itu. Sampai saat ini AC itu masih kekurangan,” tambahnya.
Harun telah menyampaikan usulan kebutuhan AC kepada pihak Puskesmas dan berharap anggaran dapat dialokasikan dalam perencanaan tahun 2025.
Menurutnya, Muara Ancalong memiliki suhu udara yang cukup tinggi, sehingga fasilitas pendingin ruangan menjadi kebutuhan mendesak. “Kemarin cerita-cerita sama orang kesehatan dari Puskesmas, kendalanya mudah-mudahan tahun depan bisa dianggarkan untuk pengadaan AC,” pintanya.
Dia juga mengapresiasi PLN yang cepat merespons permohonan peningkatan daya listrik. Langkah tersebut dianggap krusial untuk memastikan peralatan medis dapat berfungsi dengan baik.
Dia menambahkan tenaga medis di Puskesmas juga menilai keberadaan AC sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan. Ruangan yang panas membuat pasien gelisah dan menghambat proses penyembuhan, sementara ruang praktik tanpa pendingin udara dapat menurunkan kenyamanan kerja.
Harun menegaskan pihaknya akan terus mengawal pengadaan AC agar dapat direalisasikan pada 2026. “Kami akan terus mengawal usulan ini karena menyangkut kenyamanan dan kesehatan masyarakat kami. Mudah-mudahan tahun depan bisa terealisasi,” papar Harun Al Rasyid. (adv/ute)
![]()












