AdvertorialDiskominfo Kutai Timur

Desa Kandolo Tak Punya SMA, Siswa Harus ke Teluk Pandan atau Mondok ke Bontang

TELUK PANDAN, KASAKKUSUK.com – Fasilitas pendidikan di Desa Kandolo masih terbatas hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Untuk melanjutkan ke jenjang SMA, siswa harus bersekolah ke Kecamatan Teluk Pandan atau mondok ke Bontang.

“Di Kandolo ini ada TK dua rombel, ada SD, SD Negeri, ada SMP, SMA-nya belum ada. Sekolahnya di Teluk Pandan atau rata-rata ke Bontang, mondok,” ungkap Kepala Desa Kandolo, Alimuddin kepada KASAKKUSUK.com di ruang kerjanya pada Kamis, 20 November 2025.

Menurutnya, ketiadaan SMA di Desa Kandolo membuat para orang tua harus mengeluarkan biaya lebih untuk pendidikan anak-anak mereka. Pilihan yang ada adalah menyekolahkan ke Teluk Pandan yang merupakan ibukota kecamatan, atau mengirim anak mondok ke Bontang untuk mendapat pendidikan yang lebih baik.

Untuk fasilitas kesehatan, Desa Kandolo juga masih sangat terbatas. Di desa hanya tersedia Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu yang dikelola oleh kader-kader desa.

“Kalau kesehatan kita di sini hanya sampai Puskesmas Pembantu. Di bawahnya milik desa yang namanya Posyandu. Posyandu aja yang dengan kader-kadernya,” jelas Alimuddin.

Untuk layanan kesehatan yang lebih komprehensif, masyarakat Desa Kandolo harus merujuk ke Puskesmas Kecamatan Teluk Pandan. Sementara untuk layanan kesehatan yang lebih tinggi, masyarakat harus ke rumah sakit yang ada di Sangatta atau Bontang.

“Kemudian dananya hanya pada Puskesmas. Fasilitas kesehatan lain yang lebih tinggi itu ya ke Puskesmas Kecamatan Teluk Pandan,” ungkapnya.

Keterbatasan fasilitas pendidikan dan kesehatan ini menjadi salah satu perhatian Alimuddin sebagai kepala desa. Namun untuk membangun fasilitas tersebut memerlukan anggaran yang besar dan kewenangan yang melibatkan pemerintah kabupaten.

Alimuddin berharap ke depan pemerintah kabupaten bisa mempertimbangkan pembangunan SMA di Desa Kandolo atau setidaknya di wilayah yang lebih dekat agar siswa tidak harus jauh-jauh ke Teluk Pandan atau Bontang. “Kami berharap ada perhatian untuk pendidikan tingkat SMA di wilayah kami,” pinta Alimuddin.

Untuk fasilitas kesehatan, peningkatan status dari Pustu menjadi Puskesmas dengan tenaga medis yang lebih lengkap juga sangat diharapkan masyarakat Desa Kandolo mengingat jumlah penduduk yang sudah mencapai 1.800 jiwa.

Meski fasilitas pendidikan dan kesehatan masih terbatas, Alimuddin mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Kandolo terhadap pendidikan. Banyak orangtua yang rela mengeluarkan biaya lebih untuk menyekolahkan anak-anak mereka hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kesadaran pendidikan masyarakat kita sebenarnya cukup baik. Mereka rela berkorban untuk pendidikan anak-anak,” bebernya. (adv/ute)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

error: