POTENSI suara generasi zoomer atau disingkat Gen Z yakni pemilih di bawah usia 27 tahun dan pemilih milenial dengan usia 27-42 tahun kini menjadi incaran bagi bakal calon yang bertarung di Pilkada Kutai Timur 2024. Suara mereka bakal diperebutkan lantaran jumlahnya bisa memengaruhi kemenangan bakal calon.
Berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) Kutai Timur pada Pemilu 2024 tercatat sebanyak 299.914 orang terdiri dari 161.802 laki-laki dan 138.112 perempuan.
Dari jumlah DPT tersebut dibagi menjadi beberapa kategori antara lain pemilih Gen Z sebanyak 85.960 jiwa tersebar di 18 kecamatan. Jumlah mereka terbanyak di Kecamatan Sangatta Utara yakni 23.798 jiwa. Namun jumlah pemilih dari Gen Z ini tak signifikan dibanding kategori pemilih milenial.
Sebab jumlah pemilih milenial sebanyak 117.795 jiwa dari jumlah DPT. Mereka tersebar di semua kecamatan. Jumlah terbanyak ada di Kecamatan Sangatta Utara yakni 36.336 jiwa, disusul Bengalon 11.567 pemilih.
Lantas, siapa bakal calon bupati dan wakil bupati yang lebih mewakili pemilih kategori Gen Z dan milenial di Pilkada Kutai Timur?
Berikut ini KASAK-KUSUK.COM merangkum usia bakal calon bupati dan wakil bupati yang berpotensi maju di Pilkada Kutai Timur 2024.
Bakal Calon Bupati Kutai Timur
1. Ardiansyah Sulaiman, saat ini menjabat sebagai bupati Kutai Timur periode 2021-2024. Politikus PKS ini kembali maju sebagai bakal calon bupati Kutai Timur di Pilkada 2024. Dia lahir di Kecamatan Muara Pahu, 5 Februari 1964 atau saat ini berusia 60 tahun.
2. Kasmidi Bulang, saat ini menjabat sebagai wakil bupati Kutai Timur periode 2021-2024. Politikus Golkar ini diusung partainya maju sebagai bakal calon bupati di Pilkada Kutai Timur 2024. Dia juga menjabat ketua DPD Partai Golkar Kutai Timur. Dia kelahiran Sangatta, 31 Desember 1976 atau usianya saat ini 47 tahun.
3. Irwan Fecho, saat ini menjabat sebagai anggota Komisi V DPR RI periode 2019-2024 dari daerah pemilihan Kaltim. Dia juga menjabat ketua DPD Partai Demokrat Kaltim. Dia saat ini digadang-gadang maju sebagai bakal calon bupati Kutai Timur di Pilkada 2024. Dia lahir di Sangkulirang, 30 April 1979 atau kini berusia 45 tahun.
Bakal Calon Wakil Bupati Kutai Timur
1. Agiel Suwarno
Dia saat ini menjabat anggota DPRD Kaltim daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur dan Berau periode 2019-2024. Dia juga ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Timur. Politikus kawakan ini lahir di Banjarmasin, 6 Februari 1969 atau berusia 55 tahun.
2. Uce Prasetyo
Dia saat ini menjabat ketua DPC PPP Kutai Timur. Politikus kelahiran Lamongan pada 13 September 1979 berusia 45 tahun saat Pilkada Kutai Timur dihelat 27 November 2024.
3. Hepnie Armansyah
Dia adalah politikus PPP yang saat ini menjabat anggota DPRD Kutai Timur. Pada pemilu 2024, dia kembali terpilih menjadi anggota parlemen berkantor di Bukit Pelangi, Sangatta. Pria kelahiran Berau pada 13 Juni 1980 itu berusia 44 tahun.
4. Sobirin Bagus
Dia saat ini menjabat ketua DPC PKB Kutai Timur. Dia juga masih menjabat anggota DPRD Kutai Timur periode 2019-2024. Politikus kelahiran Ciamis, 3 Agustus 1968 itu usianya kini mencapai 56 tahun.
5. Mahyunadi
Dia saat ini menjabat ketua DPD Perindo Kutai Timur. Politikus kelahiran Balikpapan, 27 November 1972 ini tepat berusia 52 tahun pada hari pemungutan suara pilkada Kutai Timur 2024.
6. Dayang Donna Faroek
Politikus Partai Nasdem ini juga dikenal sebagai pengusaha. Dia saat ini menjabat sebagai ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kaltim. Anak dari mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ini lahir di Kota Samarinda, 10 April 1976. Usianya kini 48 tahun.
7. Lulu Kinsu
Dia dikenal sebagai pengusaha. Meski bukan politikus tapi dia pernah bertarung sebagai bakal calon wakil bupati di Pilkada Kutai Timur 2020 mendampingi Mahyunadi. Dia kelahiran Bone, 1 Januari 1981 atau kini berusia 43 tahun.
8. David Rante
Dia adalah politikus Partai Gerindra. Saat ini dia masih menjabat anggota DPRD Kutai Timur. Pria kelahiran Luwu, 14 April 1971 itu kini berusia 53 tahun.
9. Arfan
Dia saat ini menjabat ketua DPD Partai Nasdem Kutai Timur. Dia juga masih anggota DPRD Kutai Timur periode 2019-2024 sekaligus sebagai caleg terpilih DPRD Kaltim 2024-2029. Politikus kelahiran Kasoloang 29 Agustus 1974 atau usianya berjalan 50 tahun
Dari sejumlah bakal calon bupati dan wakil bupati tersebut tak seorang pun berusia di bawah 40 tahun. Padahal dalam UU Pilkada pasal 7 ayat 2 huruf e, disebutkan syarat usia untuk bakal calon bupati dan wakil bupati minimal 25 tahun. Untuk syarat bakal calon gubernur dan wakil gubernur minimal 30 tahun.
Makanya tak heran jika ada bakal calon nantinya membuat personal branding yang kreatif dan unik bertujuan untuk menyasar segmen anak muda. Targetnya agar mereka dapat menarik perhatian Gen Z dan kaum milenial untuk memilihnya di Pilkada Kutai Timur.
Personal branding adalah suatu proses pembentukan persepsi masyarakat terhadap diri seseorang yang dipandang sebagai brand oleh target market politik. Tujuannya dengan menciptakan persepsi positif di benak masyarakat bahwa bakal calon bupatinya meski usianya tua tapi masih berjiwa muda. Bisa juga bakal calon bupati dari segi usia sudah tua akan memilih pasangan bakal calon wakil bupati lebih muda.
Tak hanya itu, untuk merebut hati kalangan Gen Z dan pemilih milenial, bakal calon juga biasanya membuat poster bergambar dirinya menggunakan basis teknologi kecerdasan buatan atau dikenal dengan istilah Artificial Intelligence (AI). Sehingga wajahnya menyerupai versi kartun lucu yang menggemaskan tentu disukai kalangan Gen Z dan pemilih milenial. Hal ini pernah dilakukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming saat berkontestasi di Pemilu 2024.
Saat itu, Prabowo berusia 72 tahun memutuskan untuk menggandeng Gibran Rakabuming berusia 35 tahun maju berpasangan menjadi capres dan cawapres di Pemilu 2024.
Adapun hasil survei Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming pada awal September 2023 dapat disandingkan dengan metode exit poll yang dilakukan lembaga survei pada hari pemungutan suara Pemilu 14 Februari 2024. Metode exit poll adalah sebuah cara digunakan lembaga survei dengan mewawancarai sejumlah pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) yang menjadi sampel untuk mengetahui perolehan suara, memetakan pola dukungan pemilih terhadap pasangan calon atau partai politik berikut isunya untuk kepentingan riset atau survei.
Dilansir dari laman databoks, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA membeberkan hasil surveinya dengan menempatkan pasangan Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Gibran Rakabuming Raka paling unggul di kalangan pemilih generasi Z dan milenial. Survei ini dilakukan selama 4-12 September 2023 terhadap 1.200 responden yang tersebar di Indonesia. Metode penentuan responden menggunakan multi-stage random sampling. Pengumpulan data survei menggunakan metode wawancara tatap muka kuesioner, dengan tingkat kesalahan atau margin of error survei 2,9%.
Menurut Hanggoro Doso Pamungkas, peneliti LSI Denny JA, pasangan capres Prabowo Subianto dan cawapres Gibran Rakabuming Raka paling unggul di kalangan pemilih generasi Z dan milenial. Hanggoro mengatakan, tingkat keterpilihan Prabowo-Gibran di kelompok generasi Z (usia 17-23 tahun) mencapai 50%. Sementara, di kelompok generasi Z pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD meraih keterpilihan 23,7%, kemudian Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin 10,2%. Sisanya, ada 16,1% responden generasi Z yang belum menyatakan pilihannya (tidak tahu/tidak jawab). Selanjutnya pada kelompok generasi milenial (24-42 tahun) tingkat keterpilihan Prabowo-Gibran sebesar 39,4%, Ganjar-Mahfud 36,5%, Anies-Cak Imin 18,5%, dan yang tidak tahu/tidak jawab 5,6%. “Di segmen ini (generasi Z dan milenial), Prabowo-Gibran unggul dibandingkan lawan-lawannya,” kata Hanggoro dalam konferensi pers online di akun YouTube LSI Denny JA, Selasa, 24 Oktober 2023 lalu. Namun pada kelompok usia lainnya (di atas 42 tahun) pasangan Ganjar-Mahfud justru paling unggul dengan keterpilihan 39,1%. Tingkat keterpilihan Prabowo-Gibran di kelompok usia generasi X hingga boomers itu mencapai 37,6%, Anies-Cak Imin 12,9%, dan responden yang tidak tahu/tidak jawab 10,4%.
Dikutip Kompas.com, survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, pemilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming didominasi oleh generasi Z. Berdasarkan rilis exit poll Pemilu 2024, Indikator Politik Indonesia yang diterbitkan pada 21 Februari 2024 menunjukkan 71 persen responden yang merupakan generasi Z atau anak muda berusia kurang dari 27 tahun memilih Prabowo-Gibran.
Jumlah ini lebih banyak dibanding generasi Z yang memilih paslon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebanyak 19,7 persen responden dan paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebanyak 9,3 persen. “Berdasarkan usia atau generasi tampak cukup besar perbedaannya. Gen Z mayoritas di 71 persen dari pemilih usia Gen Z itu memilih Prabowo-Gibran, sementara hanya 19,7 saja yang memilih AMIN dan paling sedikit Gen Z yang memilih Ganjar-Mahfud 9,3 persen,” kata Peneliti Utama Indikator, Rizka Halida dalam konferensi pers secara daring, Rabu 21 Februari 2024.
“Berdasarkan usia atau generasi tampak cukup besar perbedaannya. Gen Z mayoritas di 71 persen dari pemilih usia Gen Z itu memilih Prabowo-Gibran, sementara hanya 19,7 saja yang memilih AMIN dan paling sedikit Gen Z yang memilih Ganjar-Mahfud 9,3 persen,” kata Peneliti Utama Indikator, Rizka Halida.
Sementara itu, generasi milenial dengan rentang usia 28-43 tahun yang memilih Prabowo-Gibran jauh lebih kecil dibanding Gen Z. Totalnya, sebanyak 60,5 persen memilih Prabowo-Gibran, 26 persen memilih Anies-Muhaimin, dan 13,5 persen memilih Ganjar-Mahfud. Dua generasi ini, kata Rizka, menjadi penopang elektabilitas Prabowo-Gibran mampu menyentuh kisaran 56-58 persen versi hasil hitung cepat (quick count). “Jadi dari dua segmen pemilih yang secara demografis besar mayoritas yang solid mendukung pasangan calon (nomor urut) 2 sehingga ini yang menyumbang elektabilitas pasangan calon nomor urut dua,” ucapnya. (*)
OPINI | Penulis : Sayuti Ibrahim
![]()












